Hei, hei, ehehehe, sori ya selalu ganggu kalian karena akhir-akhir ini gw sering banget ngepost. Gak tau kenapa nih, gw kok akhir-akhir ini bener-bener bad thinking about anything. I think, everytime my brain works in the mid of night, it always think that now I'm alone. I dont had any people that stay by my side, and I always think that they never stay with me when I need them.
Now, I think maby now they had any diffrent life, with new people around them, always make they laugh and always by they're side. But, you know, I cant like them. In my life now, it like slow motion. I cant look in front of me, and of course I cant looked back.
Papa selalu bilang kalau di tempat baru aku pasti bertemu dengan orang-orang yang baru. Yang berbeda dari orang yang pernah aku temui dan menjadi orang yang penting di sekitarku. Tapi Papa tidak pernah berfikir kalau aku tidak bisa semudah itu untuk membaur dengan keadaan ataupun lingkungan baru. Kukira, dengan menemui orang-orang baru, aku akan mendapatkan sahabat baru. Tempat yang baru. But, like I said before, it NOT an easy jobs! Kita tidak bisa begitu saja dengan mudahnya mencap kalau dia adalah seorang sahabat kita. Okeh, mungkin sebagian orang berfikir kalau sahabat tidaklah terlalu penting ataupun berharga dalam hidup kita. Tapi kalau menurutku, sahabat itu sama pentingnya seperti sebuah nyawa seseorang.
Nyawa itu tidak seperti baterai yang dengan mudah dapat kita isi ulang. Dibeli de toko manapun dan kapanpun kita mau. Tapi nyawa itu harus di jaga, hati-hati, kalau tidak ada nyawa kita tidak mungkin bisa menjalani kehidupan kan?
Tapi akhir-akhir ini mungkin orang-orang itu, semakin dan semakin menjauh. Aku tidak bisa lagi bercerita dengan bebas dengan mereka. Kalian tahu kan kalau seseorang yang sangat jauh pastilah tidak bisa berhubungan dengan baik. Kurasa, yang sekarang menjadi permasalahanku adalah hal ini saja. Kurasa pada akhirnya aku akan benar-benar sendirian. Tidak
My cet, my ty, my tha, my chi, my ijah, my Pitri, my anyins, my kers, my raa....I missed them really really miss them. Aku memang berlebihan ya? Kurasa ini yang dinamakan masa-masa galau. Sekarang saat aku di sini, siapa lagi yang bisa aku bebani dengan cerita-ceritaku? Aku bukannya ingin selalu di dengar, tapi aku hanya membutuhkan mereka. Just that. Tapi aku sekarang tersadar, semua keinginan itu tidaklah bisa aku wujudkan dengan mulus seperti Papa dan aku kira.
Egois. Satu kata yang bisa menggambarkan diriku. Yup, aku memang sangat-sangat egois. Mereka sangat sibuk, aku tahu itu, tapi aku masih berharap aku bisa mengganggu mereka di saat-saat sibuk mereka... Kurasa, mereka hanya akan mengganggapku sebagai pengganggu. Tapi aku hanya ingin mereka tahu kalau aku ingin melakukan semua hal bersama-sama dengan mereka. SEMUANYA. Itulah yang sebenarnya ingin aku ceritakan. Aku ingin sekali bersamaa-sama melakukan hal dengan mereka. Merayakan saat-saat penting, ulang tahun mereka memberikan kejutan kecil untuk mereka, dan mengerjai mereka habis-habisan. Bahkan aku juga ingin merasakan perasaan tertekan karena pekerjaan yang menumpuk dan tuntutan dari guru-guru. Kurasa aku akan menikmati semua itu bersama mereka. Berjalan di tengah teriknya matahari saat pulang dan juga dijemput pagi-pagi saat aku belum siap ke sekolah. Pokoknya melakukan hal dan menyisihkan waktu kita. Waktu untuk cewek-cewek.
Waktu? apa itu yang aku butuhkan? Untuk terbiasa? dengan ketidakhadiran mereka di sisiku? Tapi kurasa itu tidak sepenuhnya benar. Aku tidak bisa terbiasa mereka tidak ada dan menyerahkannya pada waktu karena aku sudah terbiasa hari-hariku dengan mereka. Bahkan sekarang aku berfikir, jika aku tidak mengenal mereka sejak awal, mungkin aku sekarang bisa menikmati hari-hariku. Ah sudahlah, kurasa aku bahkan tidak bisa melakukan apapun dengan benar jika tidak ada mereka :) Tapi aku juga ikut senang, ternyata mereka semua bisa menikmati hari-hari mereka dengan senyum dan candaan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar