Senin, 05 Agustus 2013

Jumat, 02 Agustus 2013

Kamis, 03 Januari 2013

Lucky Sand


 
Holla!
Hmm, now is the first month of this year and I still can’t believe that I through 2012.
Well, di post kali ini memang rada absurd, maafkan aku.
Ehm. Sebenarnya, ini pasir bukan baru. I mean, I found it (again). Pasir ini, pasir pantai Kuta yang ada di Mataram. Jadi, sebelum pindah ke Malang, keluarga sempat berjalan-jalan keliling. Dan jadilah, keluarga yang terdiri atas lima anggota pergi berjalan-jalan. Dan, satu hal yang nggak ingin aku lupakan dari Mataram adalah pantainya. Papa sepertinya pengertian, beliaupun mengajak kami berkeliling ke Lombok. Dan entah bagaimana, akhirnya kami sampai di pantai Kuta. Yup, pantai Kuta tidak hanya ada di Bali namun juga di Lombok. Daaan jangan ditanya bagaimana keadaannya karena pantai ini masih sangaaaat bersih plus pengunjung yang masih jarang. Saat tiba disana saja, hanya ada sekitar 3 mobil yang diparkir. Serasa memiliki pantai pribadi…


Keunikan dari pantai ini, selain pemandangan yang indah, pasir dari pantai ini lain daripada yang lain. Yaitu, pasirnya berbentuk bulat kecil-kecil seperti merica. Karena itu, pantai ini juga disebut ‘Pantai Merica’. Nah, saat itulah, aku mengambil pasir-pasir yang unik itu, yaah sebagai pengingat tentang keindahan Lombok.
Sewaktu di rumah, pasir itu aku masukkan ke dalam botol bekas, dan ketika botol itu digulingkan, akan terdengar suara pasir yang berjatuhan. Mm mini mungkin terdengar sedikit aneh, tapi suara pasir itu selalu bisa menenangkanku. Dan akhirnya, saat pindah, pasir itu aku bawa.
Memories :*
Pasir ini banyak menyelamatkanku di segala keadaan. Dan percaya atau tidak, pasir di botol itu sering hilang entah kemana dan aku baru menemukannya ketika aku memiliki masalah atau merindukan Mataram. Dan ternyata, pasir itu muncul lagi sekarang. Sewaktu nonton di kamar, remote yang aku pegang jatuh dan salah satu batrainya bergulung di bawah tempat tidur. Saat aku mengambil batrai itu, ternyata aku juga menemukan pasir ini. Dan aku harus menyimpan pasir ini dengan baik, setidaknya, aku akan meletakkan pasir ini di atas lemari.
Oke, kali ini memang aku sedang merindukan suasana Mataram. Dan, seperti kebiasaan lama, aku memutar-mutar botol itu sambil mendengarkan suara pasir yang jatuh ke sisi botol. Lalu, kenangan-kenangan yang ada di Mataram muncul lagi. Pantainya, Panasnya, rumahku yang lama, makanan khas, aroma laut, dan tentunya, kenangan bersama sahabat-sahabatku.
Sahabat SDku FUUN SYTY (Fitri Ulfa Uca Novi Sasa Yza Tata Yulfa), dan sahabat SMPku. Nila, Anin, Putri, Lia…Dan aku baru menyadari, setidaknya, kekhawatiranku yang berlebih dulu, saat pindah kesini seperti anak pindahan umumnya. Takut tidak memperoleh teman. Yah, aku merasa akan sangat susah beradaptasi di lingkungan yang sama sekali tidak kukenal. Tapi, teman-teman malah datang di saat yang tidak terduga. Siapa mengira sekarang aku bisa bersahabat baik dengan Nindy, Dona, dan lainnya. Padahal dulu aku sama sekali tidak mengenal mereka.
Kenanganku yang seperti film lama itu ternyata bisa aku ingat dengan baik. Haha, terima kasih pasir keberuntunganku^^

Minggu, 30 Desember 2012

First performance

Hei blogies :)
Di post kali ini, aku akan membahas tentang penampilan Teater SMA 1 Lawang. Teater GEMA (^O^)
Well, untuk tahun kedua di SMA, aku memang memilih ekskul teater. Sebenarnya, aku udah pengen banget ikut ekskul ini dari kelas satu dulu, tapi karena dulu nggak boleh pindah dari ekskul Jepang, akhirnya baru bisa ikut ekskul ini setelah kelas 2...
Dan, kesimpulan dari ekskul ini. S-E-R-U!
Pokoknya, gak nyesel banget ikutan ekskul ini :D
Dan, setelah melewati diklat dan masa tabu teater. Anak teater kelas 11 dan 12 mengikuti lomba di Brawijaya. Dan ini adalah yang pertama buat aku.
Latihannya sih kalautidaksalah seminggu, but I gave you a little secreet, we never practice seriously -___-
Tapiiii anehnya, kami mendapatkan dua dari tiga kategori pemenang yaitu : Penampil terbaik dan Pemeran terbaik yang dipegang oleh Mas Hendik.
Oh iya, judul drama kami UNTUNG SUROPATI.
Drama ini bersetting zaman penjajahan dulu. Ceritanya tentang seorang budak yang jatuh cinta kepada nyonya majikannya dan tentu saja ditentang keras oleh ayahnya. Akhirnya, dia masuk ke dalam penjara namun berhasil kabur dan malah bertemu dengan anak Patih rrrrr (lupa) dan menjadi Bupati Pasuruan untuk berperang melawan penjajah.
Ini beberapa foto yang dibalik panggung, pas dramanya dikit dan keliatan jauh, soalnya, kameraku zoomnya bermasalah....maaf -_-"






captain mama XD

Left: queen nindy| right: me

mas samid|aidatun|mas anam|aku


pembacaan sumpah pemuda by: hendik

KAMI INSAN TEATER



mas angga|mas samid|mas anam|nindy|aku (keluarga <3)





Red


Loving him is like driving a new Maserati down a dead-end street
Faster than the wind, passionate a sin ended so suddenly
Loving him is like trying to change your mind once you
re already flying through the free fall
Like
 the colors in autumn, so bright just before they lose it allt
Losing him was blue like Ive never known
Missing
 him was dark grey all alone
Forgetting
 him was like trying to know somebody you never met
But
 loving him was red
Loving
 him was red
Touching him was like realizing all you ever wanted was right there in front of you
Memorizing him was as easy as knowing all the words to your old favorite tune
Fighting with him was like trying to solve a crossword and realizing there
s no right answer
Regretting him was like wishing you never found out that love could be that strong

Losing him was blue like Ive never known
Missing
 him was dark grey all alone
Forgetting
 him was like trying to know somebody you never met
But
 loving him was red
Oh
 red
Burning red

Remembering him comes in flashbacks and echoes
Tell myself it
s time now, gotta let go
But
 moving on from him is impossible
When
 I still see it all in my head
Burning
 red
Loving
 him was red
Oh losing him was blue like Ive never known
Missing
 him was dark grey all alone
Forgetting him was like trying to know somebody you never met
Cuz loving him was red
Yeah,
 yeah red
We
re burning red
And after all this going on in my head
Comes back to me, burning red
Yeah, yeah
Cuz love was like driving a new Maserati down a dead-end street
Loving him is like driving a new Maserati down a dead-end street
Faster than the wind, passionate a sin ended so suddenly
Loving him is like trying to change your mind once you
re already flying through the free fall
Like
 the colors in autumn, so bright just before they lose it allt
Losing him was blue like Ive never known
Missing
 him was dark grey all alone
Forgetting
 him was like trying to know somebody you never met
But
 loving him was red
Loving
 him was red
Touching him was like realizing all you ever wanted was right there in front of you
Memorizing him was as easy as knowing all the words to your old favorite tune
Fighting with him was like trying to solve a crossword and realizing there
s no right answer
Regretting him was like wishing you never found out that love could be that strong

Losing him was blue like Ive never known
Missing
 him was dark grey all alone
Forgetting
 him was like trying to know somebody you never met
But
 loving him was red
Oh
 red
Burning red

Remembering him comes in flashbacks and echoes
Tell myself it
s time now, gotta let go
But
 moving on from him is impossible
When
 I still see it all in my head
Burning
 red
Loving
 him was red
Oh losing him was blue like Ive never known
Missing
 him was dark grey all alone
Forgetting him was like trying to know somebody you never met
Cuz loving him was red
Yeah,
 yeah red
We
re burning red
And after all this going on in my head
Comes back to me, burning red
Yeah, yeah
Cuz love was like driving a new Maserati down a dead-end street
Lilypie Kids Birthday tickers