Kamis, 01 Maret 2012

a change




Bukannya aku ingin mempermainkanmu. Sama sekali tidak. Dalam hatiku yang paling dalam, kurasa aku masih menyayangimu. Karena, setengah hatiku adalah milikmu. Aku hanya tidak ingin lagi menyakiti perasaanmu, kau sudah banyak tersakiti karena aku.

                Melihat matamu yang tidak lagi memandang diriku, membuatku sadar, kau sangat tersakiti. Ya, aku memang sangat jahat padamu, dan aku tidak lagi pantas untuk dirimu. Sepertinya saat ini kau tidak lagi menungguku kembali padamu, tapi menungguku pergi dari dirimu. Kau menilai aku tidak peduli padamu, padahal aku sangat kuatir kepadamu aku hanya tidak tau bagaimana cara untuk mengatakan kepadamu. Aku memang tidak sebaik dirimu yang dapat mengatakan semua hal kepadaku.

                Semuanya kini terasa kelabu dan kabur di mataku, seperti film hitam-putih dan kau adalah satu-satunya benda berwarna dalam dunia hitam-putih. Duniaku. Saat aku merasakan seluruhnya mulai mengabur, aku tak dapat menjernihkannya kembali.

                Kau. Kau membuat semuanya tidak masuk akal dan menjadikan aku seseorang yang melakukan pekerjaan konyol. Membuat seluruh duniaku berwarna dan menjadikan sebagian duniaku kabur dan hilang. Saat semua terasa normal bagiku, kau membuat keadaan yang sebaliknya.
                Lagi, secara refleks aku melihat kearahmu. Seperti sudah terprogram di otakku. Tapi, reaksimu tidak seperti dulu lagi, saat dulu aku memandangmu, kau juga  pasti akan menatap lurus-lurus ke arah mataku. Membuat seluruh aliran darah di tubuhku berdesir, lalu mengalir ke arah pipiku. Pipiku menjadi bersemu merah, malu. Tapi sekarang, kau memandangku dengan perasaan ragu-ragu.

                Aku merindukanmu, yang selalu protektif kepadaku. Memang kadang aku merasa kau terlalu berlebihan dalam melindungiku, tapi aku tetap saja merasa senang. Saat kau berjalan di dekatku, dan mengubah jalur karena ingin melindungiku saat di jalan. Di belakangku saat menaiki tangga, menjaga agar aku tidak terjatuh. Menanyakan apakah aku baik-baik saja. Mengulurkan tangan ketika aku terjatuh. Kuatir ketika aku pulang terlambat.
                Aku merindukanmu, yang selalu care kepadaku. Menanyakan apakah aku sudah makan? Apakah aku sudah selesai mengerjakan peerku? Selalu memaksaku makan ketika aku tidak mau. Menawarkan jaketmu saat aku merasa kedinginan.
                Aku merindukanmu, ketika kau selalu tertawa dengan lepas dan senang. Ketika membuat candaan ketika aku merasa suntuk. Membuatku selalu tertawa senang. Menggelitik pinggangku saat mukaku cemberut. tapi sekarang, aku sudah sangat jarang melihatmu tersenyum apalagi tertawa, itu karena diriku, kurasa    

                Aku merindukanmu, saat kau selalu membuatku selalu istimewa. Di matamu. Walaupun dengan penampilan yang sangat berantakan, selalu memujiku cantik. Mengacak-acak rambutku, dan selalu membuatku tenang.

                Mungkin selama ini kau merasa kalau aku cuek dan tidak memikirkan tindakan yang kamu lakukan kepadaku. Aku hanya tidak tau cara mengatakannya kepadamu, itu saja. Aku tidak seperti dirimu yang bisa melakukan semuanya dengan otomatis. Aku bukan tipe orang seperti itu, aku hanya diam, padahal aku merasa sangat senang. Tau kalau ada orang yang memperhatikanku  dan mengistimewakan diriku. Aku merindukan dirimu yang dulu. Sekarang, tindakanmu seperti ragu dan semuanya berubah. Kurasa, itu memang pantas, mengingat dirimu sudah tidak lagi bersamaku. Tapi, tak bisakah kau jangan berubah, untukku??

Its sad when people you know became people you knew.
When you can walk right past someone,
Like they were never a big part,
Of your life.
How you used to be able to talk for hours,
And now you can
Barley even looks at them

Ups, maaf aku harusnya tidak mengatakan hal seperti itu. Sebenarnya bukan kamu yang tidak pantas untukku, tapi aku yang tidak pantas untukku. Kau terlalu baik. Dan aku tidak dapat mengerti kamu seperti dirimu mengenal diriku. Maaf. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lilypie Kids Birthday tickers