keep smile everyday!!! :D
Hei hei kalian! :D
Gimana nih kabar kalian hari ini? fiuh, gw lagi sakit flu nih padahal hari senin kan mau mid semester. Kali ini gw mau ngepost nih tentang karangan gw, about a girl. Well, hope you like this.
Seberapa sering kalian merasa bahwa seorang perempuan itu begitu lemah? Begitu rapuh? Begitu cengeng? Begitu hati-hati? Begitu penuh dengan perasaan? Begitu egois? Begitu mengesalkan? Begitu penuh dengan kekurangan? Kenapa harus ada perempuan di dunia ini?
Tau gak kenapa? Karena Tuhan memiliki tujuan khusus.
Dahulu, sebelum seorang perempuan ada, Adam sangat iri melihat binatang, tumbuhan, dan semua mahkluk yang diciptakan oleh-Nya memiliki pasangan masing-masing. Kemudian Adam meminta kepada Tuhan,
“Ya Tuhan, mengapa aku hanya sendirian? Mengapa aku tidak memiliki pasangan seperti yang lainnya?”
“Bersabarlah Adam, aku membutuhkan waktu untuk menciptakan pasangan untukmu.”
“Tapi Tuhan, aku sudah tidak bisa lagi bersabar menunggunya, aku sangat kesepian.”
“Sabarlah. Aku harus membuat pasanganmu dengan detail yang jauh lebih lembut dan sempurna dari dirimu, memberikannya sesuatu yang berbeda dari yang engkau miliki.”
Kemudian, Tuhanpun menciptakan sesosok mahkluk yang mempesona, diberikan wajah yang cantik, hati yang lembut, dan perasaan yang sangat halus, tapi memiliki sifat yang jauh lebih egois dank eras kepala daripada Adam. Lalu, seorang malaikat sangat heran kenapa Tuhan menciptakan seorang mahkluk lagi, satu jenis dengan Adam tapi berbeda, apalagi dengan sifat yang sangat berlawanan dengan Adam, malaikatpun dengan rasa penasaran bertanya kepada Tuhannya.
“Tuhan, kenapa engkau menciptakan mahkluk seperti dia? Bukankah lebih baik kalau Engkau menciptakan yang sama dengan Adam? Seperti kami.”
“Ketahuilah wahai malaikat-Ku, aku menciptakan makhluk ini sama dengan Adam namun memiliki sifat yang berbeda.”
“Tapi Tuhan, bukankah dia akan memiliki sifat yang sangat berbeda dengan Adam? Apakah engkau tidak kuatir jika mereka akan bertengkar atau bahkan saling membunuh satu sama lain?”
“Ketahuilah malaikat, makhluk ini memiliki kekuatan untuk menakhlukkan seorang Adam. Walaupun sifat mereka sangatlah berbeda, tapi percayalah Adam tidak akan berani untuk menyakitinya, karena mahkluk ini memiliki sebuah perasaan yang sehalus sutra. Bahkan dia memiliki kekuatan untuk memaksakan segala keinginannya kepada Adam. ”
“Tapi Tuhan, jika ia sekuat itu kenapa Engkau menciptakan ia dengan fisik dan perasaan yang sangat rapuh? Bahkan sekelebat angina dapat menghancurkannya?”
“Dia memang memiliki fisik dan perasaan yang sangat rapuh, namun itulah yang akan menjadikan mereka seorang yang sangat kuat dan mampu menghadapi apapun nantinya. Aku akan memberikan makhluk ini ‘air mata’ bukan untuk menjadikannya serapuh daun kering yang ditetesi embun pagi, tapi untuk menjadikannya makhluk yang mampu menghadapi apapun. Dia akan mengeluarkan air matanya disaat dia merasa sedih maupun senang, dia akan mengeluarkan airmata saat dia merasa lelah ataupun saat dia sedang bersemangat. Dia tidak akan malu mengeluarkan air matanya untuk sahabatnya yang tersakiti ataupun bayinya yang sedang sekarat. Dia akan mengeluarkan air mata saat anaknya baru pertama kali keluar dari rahimnya dan mengeluarkan air mata haru saat anaknya memenangkan lomba.”
“Tapi Tuhan, kenapa Engkau menciptakannya dari tulang rusuk kiri Adam? Kenapa Engkau tidak membuatkannya dari tulang kaki Adam agar dia menjadi kuat supaya bisa menjadi pembantu Adam nantinya?”
“Aku tidak ingin menciptakan makhluk ini untuk diinjak-injak oleh Adam. Aku menciptakannya dari rusuk kiri Adam karena dia akan menjadi makhluk yang paling dekat hatinya dengan Adam, akan selalu mendampinginya, mengurusinya, dan selalu ada saat Adam sangat membutuhkannya. Suatu saat nanti, dia akan berpisah dengan Adam, namun dia akan bertemu lagi dengan Adam, dan saat itulah pencarian keduanya akan berakhir dan mereka bisa hidup dengan damai.”
“Lalu Tuhan, kenapa kau menciptakan detail tangan yang begitu halus untuknya? Kenapa tidak engkau ciptakan tangan yang kuat dan kokoh seperti Adam agar dia bisa memotong kayu dan melakukan pekerjaan lainnya?”
“Aku menciptakan kedua tangan yang sangat halus untuk makhluk ini untuk dapat membuat hati siapapun luluh saat ia menyentuhnya, melembutkan perasaan seseorang yang paling keras saat ia menyentuhnya, memberikan pelukan yang hangat untuk sahabat dan keluarganya, dan dapat mengurus bayi-bayinya dengan sangat baik dengan satu tangan sambil ia terus memasak dengan tangannya yang lain.”
“Dan kenapa Engkau menciptakannya dengan suara yang tinggi dan juga wajah yang lembut pula? Bukankah suara yang halus akan membuatnya semakin lemah? Dan wajah yang lembut seperti itu akan membuatnya menjadi makhluk yang sangat lemah?”
“Ketahuilah wahai malaikat-Ku, suaranya yang tinggi aku ciptakan untuk bernyanyi dengan apik untuk anak-anaknya saat ia rewel, untuk menyanyi saat hatinya gundah. Wajahnya yang lembut aku ciptakan untuk dinikmati Adam. Agar Adam selalu ingat siapakah yang menciptakannya, dan selalu bersyukur ia memilikinya. Aku menciptakan sepasang mata yang indah agar Adam bisa mengetahui perasaannya saat ia tidak bisa mengetahuinya. Aku memberinya sebuah bibir yang jika tersenyum bisa menyejukkan hati Adam yang gelisah.”
Kemudian malaikat berhenti bertanya, karena malaikat sudah kehabisan pertanyaan untuk makhluk yang sangat sempurna itu. Setelah itu, Allahpun menciptakan makhluk itu dan menambahkan seluruh detail yang telah ia sebutkan kepada malaikat.
Malaikatpun bertanya untuk terakhir kalinya.
“Akan kau sebut apa makhluk ini ya Tuhan?”
“Aku akan menyebutnya ‘Perempuan’”
Adam yang bertemu dengan Perempuan itupun sangat terpesona olehnya. Oleh detail lembut yang diberikan kepada perempuan itu. Dan merasa tenang disaat ia dekat dengannya.
“Wahai makhluk yang sangat sempurna, harus kupanggil apa dirimu?”
“Panggilah aku Hawa…”
Pada akhirnya karena Hawa, Adam harus keluar dari surga karena melanggar perintah Tuhan-Nya. Hawa sangat menyesal, namun Adam tidak pernah merasa kecewa kepada Hawa karena baginya Hawa sudah memberikan sesuatu yang sangat berarti untuk Adam.
Gimana? gimana? lumayan kan buat jadi pemikiran-pemikiran kalian yang lagi kesel sama makhluk yang satu ini?? :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar