Selasa, 27 Desember 2011

Between Pohon Tumbang dan Liburan

       Hei hei!

 Gw bloggergakjelas dateng lagi buat ngepost tentang kejadian yang     sebenernya udah kjadian kemarin, but, there are some problem in my modem, so, baru sekarang gw bisa ngepost kejadian kemarin. Jadi kemarin pas gw bangun pagi angin emang lagi kenceng - kencengnya daan klimaksnya sebuah pohon singapore tumbang di depan jalanan rumah gw dan menutup akses jalan. Ya udah, motor yang mau lewat harus terpaksa berhenti gara - gara pohon tumbang itu dan gw jadi reporter amatiran, moto suasana pas tumbangnya pohon itu, and d's the picture...


 Ini dia, bapak - bapak yang kecewa motornya gak bisa lewat

Ini ibu gw masih dengan santainya belanja kaya gada apa - apa
*Jangan tanya kenapa tuh tukang sayur bisa lewat, gw aja bingung*

adek - adek gw (pake rok) dan sepupu gw yang sotoy
gaya udah kaya bapak - ibu yang ngegosip

        Dan, rada siangan dikit, papa ngajakin ke krabyaan, tempat sumber air gitu..
Dan kami makan duren dan salak hasil dari petikan kebun sendiri. And, gw sempet nitip anak tupai ke penjaga kolam papa. Yipppi!! Bentarlagi gw dapet tupai :D
nah, ini pas udah di krabyaan

ini adek gw yang udah anti - klimaks berusaha terlihat oke
ini kolam ikan papa :D
and it's mee :D
      Kayaknya gw udah cukup deh nyeritain kegiatan gw sekarang, so this is my holiday, what bout you? :)

Senin, 26 Desember 2011

The Late Monday

        Hai semua! Today is the first day of the holiday! And I didn't did anything even lay in my bed...
        Nah, hari ini sih gak ngelakuin apapun dan gw hapir bosen setengah pelot *ex; mati
        Oke, gw gak nemuin hal - hal menarik dan hari ini juga hujan as usuall, but, menjelang sore hari, setelah gw ngeliat genangan - genangan kecil di bawah kaki gw, gw langsung lari ke dalem rumah dan akhirnya memulai aktifitas gw yaitu memotret! Yeah, walau pake kamera digital sih *poor me* daan gw pun moto - moto genangan air itu, well actually yang gw ambil fotonya sih bayangan yang ada di dalem genangan itu, but malah jadi gini...





Okeh, sekian. Bye. Wasalam.

Sabtu, 24 Desember 2011

PROMO

       Holla...
       selamat sore semua! :D
       Sekarang, gw mau ngepost tentang hal yang gw lakuin hari ini :D
       Sekarang tanggal 24 - 12 - 11
       You know what happend with today?! Sekarang bagi rapot! Dan kalian tau?
       GAKADAORANGYANGBAKALNGAMBILINRAPOTGUEHARIINI!! ya udah, rapot gw masih di tangan wali kelas gw *hei bu dar! :D*

Nah, hari ini juga, gw punya satu pengalaman, gw dan beberapa temen sekelas gw: Aning, Lia, Aldias, Dwi bikin sebuah stan tentang menjahit! Sebenernya sih yang disuruh jaga itu Aning dan Dwi but, karena pemaksaan *kecuali Aldi yang datang dengan sukarela* bantuin Aning dan Dwi. Jadi, pagi ini gw bangun pagi dan pergi ke sekolah pukul 7. Waktu sampe di sana ternyata udah rame sama kakak kelas yang mamerin tentang miniatur - miniatur rumah yang bagus - bagus. Dan itu cocok bgt buat pencinta rumah boneka barbie :D pokoknya semuanya itu bener - bener bagus dan kreatif. Pasti capek banget buat kaya begituan.

Daaan~ stan gw krik...krik...banget.

Paling cuma kakak kelas dan beberapa orang tua murid yang tertarik melihat hasil dari pelajaran menjahit daan itu masih ditambah dengan komentar
"Ini beli ya? Kok bagus ya." -___-
Ya tulung ya! Itu beneran buatan anak kelas sepuluh tauk!

Yang paling gw suka dari semua barang - barang yang dipajang itu adalah rok pendek sedikit di atas lutut bermotif kotak - kotak berwarna merah...aduh, unyuk - unyuk banget deh :DD gw dan temen - temen gw bahkan pengen rok itu jadi pengganti rok seragam yang berwarna putih-pucat dan tidak menarik and this the pic!






Dan kami semua juga sempat berfoto di antara barang - barang dagangan kami.....


We're cute isnt it? :**

Jumat, 23 Desember 2011

the cloud makker

Nah, skr, gw pengen ngebagi foto - foto yang gw ambil di berbagai tempat soal awan - awan. Dan, menurut gw, foto awan itu menurut gw bikin tenaaang bgt apalagi pas kalian lagi GALAU. Okeh, biarpun nih gambar gak gw ambil pake kamera profesional, but just a digital camera bermerek: Nikkon, I hope the picture is good and all of you enjoy my pic ^^


       Saat memandang ke langit itu, tidakkah kalian pikir Tuhan maha besar?
       Ia menciptakan segumpal awan putih yang berarak - arak mengikuti arah angin
       Membentuk  pola - pola yang tak bisa di tebak dan bahkan membentuk pola yang luar biasa indah
       Membuat kalian berfikir ulang untuk mensyukuri apa yang telah diberikan-Nya
       Membuatmu berfikir...Ah, betapa beruntungnya aku bisa melihat langit cerah hari ini




 I missing the sun


 almost blue


 its look like a painting right?


 a lot of cloudy


 it just some cloud!


 I'm lonely


 Really shy with you :8


 it began to purple


Amazing you!

      
whats wrong with falling down? you can stand up again...
If you look up to the sky after falling down the blue sky is also stretching today and smiles at me...
I hold my breath and smile at the blue skies too...
I said thanks to the God
Thanks god, I'm alive :)

Autumn's Fall

        Heiiii!!! Clamat cole cman-cman! :D
        Nah, di hari yang mendung ini, gw jadi dapet inspirasi buat cerita. Dan gk tau jg kayaknya sih nih tulisan gak bagus - bagus amat. But, I really hope all of you enjoy my stories :DD

        Kau tidak akan sadar kapan cinta akan datang untuk menjemputmu. Dan kau tidak akan tau kapan kau akan terjatuh ke dalam jerat cinta itu. Tapi saat cinta datang, kau pasti akan tau hanya dengan merasakannya…

ari ini sangat dingin, kukira mungkin sekarang adalah puncak musim gugur di Queensland.  Aku kembali merapatkan jaketku dan menggosok kedua telapak tanganku yang---- walau sudah tertutup sarung tangan tebal tetap terasa dingin. Aku berjalan cepat agar bisa sampai ke rumah tepat waktu sebelum hari gelap atau aku akan menjadi patung  manusia beku di jalan ini. Kulihat lampu jalan sudah mulai menyala di sekitar jalanan rumahku. Aaah matahari sudah tenggelam. Dan beruntungnya diriku, tiba-tiba sebuah mobil merah mendekat ke arahku, dan berhenti. Awalnya aku tak menggubris mobil itu sampai,
                “Hey babe, want me to accompany you to your home? ” orang dari dalam mobil itu bertanya dan astaga! Demi Tuhan! Dia menggodaku. Aku langsung berbalik hendak meremukkan tulang hidung orang itu, begini – begini aku sudah sabuk hitam karate dan aku paling benci jika ada orang yang menyapa sembarangan diriku. Aku sudah berbalik dan memosisikan tanganku untuk menghantam muka orang itu, sampai aku melihat wajahnya. Saat aku berbalik, senyum laki – laki itu merekah lebar dan memperlihatkan deretan giginya yang putih. Aku memtar bola mata dan menurunkan tanganku ketika aku mengetahui kalau itu Jill temanku.
                “Oh Jill! Astaga, kau tau aku hampir memukulmu tadi!”
                “Loh? Aku salah apa?”
                “Kau menyapaku!”
                “Eh? Apa itu salah? Menyapa pejalan kaki wanita yang berjalan sendirian saat udara sangat dingin dan hari hampir gelap?” Jill merekahkan senyumnya lagi, kerlingan matanya membuatku ikut tersenyum.
                “So, ‘babe’ do you want accompany me to my home?”
                “Hahaha! Iyaa, aku tak tega melihat wanita eh--  ‘lemah’ berjalan dan membeku perlahan.” Aku menghembuskan nafas, kesal terhadap tingkah lakunya. Kemudian aku berjalan ke pintu mobil dan duduk. Jill menjalankan mobilnya, dan aku melepas sarung tanganku lalu menaruh tanganku yang kebas di depan pemanas mobil. Jill mengerutkan kening.
                “Ckck, Ai, kau membeku.”
Aku hanya tersenyum kecut dan melanjutkan kesibukanku.
                “Eh iya Jill ada apa kau ke daerah sekitar sini? Apa kau mau pergi ke suatu tempat?”
                “Yeah, sebenarnya memang aku akan pergi ke suatu tempat.”
                “Oh ya? Ke mana?”
                “Kerumahmu.”
                “Ke rumahku? Memangnya kau ingin apa?”
                “Tidak, aku hanya ingin bermain saja, semua temanku malas di ajak bermain di cuaca sedingin ini.”
                “Daan? Kenapa kau berfikir aku mau menemanimu?”
                “Lalu apa kau akan mengusirku? Setelah aku mengantarkanmu pulang? Tega sekali kau.”
Mau tak mau aku tersenyum juga mendengar pernyataan Jill yang kekanakan itu.
                “Dasar kau ini…Baik, tapi aku tidak punya sesuatu yang seru di rumahku kecuali coklat panas dan buku – buku yang aku yakin kau pasti tidak suka.”
                “Tenaang, buka saja tasku.”
Aku membuka tas Jill dan menemukan berbagai DVD film. Bibirku mengerucut tak setuju.
                “Jill, ayolah! Kau serius akan menonton semua film ini?”
                “Tentu.” Jill mengatakan itu tanpa rasa bersalah.
                “Kenapa kau tidak menonton di rumahmu saja? Bukankan TV di rumahmu lebih besar dan pasti lebih leluasa menonton.”
                “Sudahlah Ai, anggap saja itu balasanmu ke aku setelah aku mengantarkanmu pulang.”
                “Terserah kau sajalah Jill…”
                Tak berapa lama, kami tiba di sebuah rumah kecil bercat krem pucat, dan dipagari oleh pagar kayu bercat sama. Jill membukakan pintu untukku dan mengekor di belakangku. Aku mengambil kunci rumah di bawah pot berwarna ungu pudar yang di atasnya bukan di tumbuhi tanaman tapi beralih fungsi menjadi tempat barang – barang, dan aku bahkan tidak tau benda apa saja yang telah aku letakkan di sana. Lalu aku membuka pintu rumah dan menyalakan semua lampu di rumah. Jill berjalan mendahuluiku, mencopot sepatunya dan meletakkan mantelnya di gantungan mantel kemudian dia bersiul santai dan melangkah ke ruang TV. Aku hanya menggeleng – geleng heran, orang ini sadar tidak kalau dia sedang ada di rumah orang? Kemudian aku melepas sepatu bootku yang usang, meletakkannya di tempat sepatu, dan menggantung syal, mantel, topi dan sarung tangan di gantungan mantel. Dan aku melangkah menuju dapur.
                “Hei Jill, kau mau makan apa? Steik, kentang keju atau sup tomat?”
                “Steik dan sup tomat sepertinya terdengar menyenangkan.”
                “Baiklah…”
                “Ai, tolong sekalian buatkan aku coklat panas dan popcorn ya.”
                “Tapi berondong jagungku habis.”
Jill datang ke dapur dan melemparkan sebuah pack berukuran sedang.
                “Cepat ya Ai, film tidak seru kalau tidak ada popcornya.” Jill tersenyum dan berbalik lagi menuju ruang TV. Aku menggigit bibirku, menahan agar kata – kata tidak berlompatan keluar dari mulutku. Percuma, batinku. Jill tidak bisa diajak berdebat.
                Aku melanjutkan memasak steik dan membuat coklat panas juga popcorn untukku dan Jill. Setelah semua selesai, aku melepas celemekku dan membawa semua ke ruang TV. Jill sedang asyik menonton film.
                “Jill, ini steik, coklat panas, dan popcornmu.”
                “Hmm.” Dia hanya mengiyakan tanpa mengalihkan pandangan dari layar kaca sambil mengangkat piring steiknya.
                “Jill, aku penasaran, kenapa kau tidak bermain ke rumah Julia saja? Bukankah dia pacarmu?”
                “Sudah putus.”
                “Apa? Putus?! Tapi, tapi, kau kan baru jadian tiga hari lalu!”
                “So?”
                “So, you’re playboy!”
                “No.”
                “Lalu kalau bukan playboy apa? Kau mendekati gadis, berpacaran, dan mencampakannya begitu saja. Bukankah itu playboy?”
                “Aku bukan playboy. Aku tidak pernah menduakan gadis yang aku pacari…”
                “Dasar kau ini! Nanti kalau tidak ada yang mau denganmu lagi bagaimana? Masa kau akan menjadikanku pacar?”
Jill menoleh padaku dan aku bersumpah! Jill memandangiku dengan serius.
                “Jadi kau mau jadi pacarku?”
                “Tentu tidak! Kalau kau cowok terakhir di bumi ini pun aku tidak mau.”
                “Kenapa?”
                “Karena kau playboy cap kucing kampung.”
Jill mengalihkan pandangannya ke arah TV lagi.
                “Oh iya Ai, kau ada acara tidak hari minggu ini?”
                “Hmm…kurasa tidak ada. Memangnya kenapa?”
                “Temani aku belanja pakaian di Sydney”
                “Hah? Sydney? Itu kan jauh sekali Jill masa kita bisa naik mobil ke Sydney dalam waktu sehari? Kenapa kau tidak belanja di sini saja? Mall kan banyak!”
                “Anggap saja aku malas. Aku ingin cari suasana baru. Dan kita tidak akan ke Sydney dengan mobil.”
                “Lalu?”
                Seorang pramugari tersenyum ramah kepada aku dan Jill menawarkan jus apel. Aku tersenyum balik dan mengambil dua gelas jus itu.
                “Jill, kau tidak bilang kalau kita akan pergi naik pesawat.”
                “Masa? Kurasa aku sudah menyuruhmu bersiap – siap.”
                “Haah…kadang aku bingung bagaimana kaum bourgeois sepertimu bisa terus menghamburkan uang tanpa menguranginya sedikitpun.”
                “Yaah anggap saja kau mendapat liburan gratis dari sahabatmu.”
Kami sampai di bandara internasional Sydney beberapa puluh menit kemudian. Jill langsung memesan taxi dan kami langsung pergi ke jantung Sydney untuk berbelanja. Dan sudah ratusan kali pula Jill menyuruhku untuk memilih baju di semua toko yang kami lewati dan masuki. Aku tidak mau berutang budi kepada Jill, jadi aku selalu menolak. Jill pun hanya membeli celana jeans dan kemeja biru panjang untuknya. Bayangkan saja, ke Sydney, kurang dari sehari dan kemudian kami hanya berbelanja celana jeans dan kemeja! Astaga…
                Setelah Jill dan aku berputar – putar mencari baju, akhirnya kamipun pergi. Kukira kami akan ke bandara lagi, tapi taxi berbelok kea rah pantai. Aku diam saja, walau ditanya Jill pasti hanya berkata ‘Rahasia’. Kami kini berdiri di depan taman lumba – lumba Sydney, dan Jill menggandengku masuk ke sana. Memang sudah lama aku ingin pergi ke taman ini, ingin bermain dengan lumba – lumba manis itu. Tapi, tidak sempat terus. Jill dan aku kemudian berganti pakaian renang yang telah disediakan oleh taman lumba – lumba itu. Bulu – bulu di tengkukku berdiri ketika kami menyentuh air yang dingin. Tapi itu tak mengurangi antusiasku untuk bermain dengan ikan-mamalia itu. Dan kami sampai di part permainan.  Saat itu si pelatih melempar botol pelastik ke arah tengah kolam dan dengan tangkas, lumba – lumba itu berenang ke arah botol dan mendorong ke arahku. Aku yang bingung kemudian melihat ada kertas di dalam botol itu. Dan aku mengambil kertas di dalam botol itu. Saat itu aku sangat terkejut! Karena kertas itu berisi huruf – huruf besar berwarna hitam yang bertuliskan,

                                                                AI, PLEASE, BE MY GIRLFRIEND!
Aku menoleh ke arah Jill dengan mata melotot yang sangat terkejut. Jill tersenyum malu – malu,
                “Ehem, aku tidak tau bagaimana aku harus mengatakannya dengan kata – kata jadii aku menuliskannya saja.”
                “Kau…”
                “So, what’s your answered? Will you be my girlfriend??”
                “Y…yes yes…I wanna be your girlfriend”

                Aku tidak percaya. Sekarang sahabat baikku menjadi kekasihku. Dan kami sudah berpacaran lebih dari setahun sekarang. Aku menatap lagi kea wan kelabu di balik pohon willow yang daunnya mulai kekuningan dan rontok. Tersenyum kepada langit musim gugur.

Jumat, 16 Desember 2011

A Little Bit Late

      Heiloooow! :D
      Nah, sekarang, gw mau ngepost tentang kegiatan gw pas libur lebaran kemarin *well, okay, now you know why my title is A Little Bit Late *

      Pas libur lebaran kemarin, gw dan adik gw Nina pergi ke MATARAM buat ngabisin liburan kita.
     Nah, pas udah sampe di Mataram, kangen-kangenan di bandara dll        kamipun langsung menuju ke rumah kami tercinta yang beralamat di BTN Pagesangan Indah V Blok D/14 No.168.... Rasanya kangen banget sama rumah yang udah gw tinggalin selama lebih dari tiga bulan. Gw kangen sama tempat tidur gw yang punya bau khas (maksutnya?) gw kangen sama ruang tamu gw dan teras gw yang biasanya gw pake buat ngenet and of course

     GW KANGEN SAMA KELUARGA DAN SAHABAT JUGA TEMEN-TEMEN GW!!! KYAAAA~ RASANYA GW PENGEN MELUK SELURUH MATARAM
  
     Udah sa, Legowo...sabar...sabar...
     Fiuh~ lanjut

     Nah, sekitar tiga hari gw diem di mataram dan gak ngelakuin apapun kecuali ngumpul bareng keluarga tercinta gw :* dan hari berikutnya, Papa, Ibu, Aku, Nina, Hawen pergi ke pelabuhan Khayangan untuk dapat menyebrang ke Sumbawa...Gw bukan mau liburan di sana looh~ lebih spesifiknya gw dan keluarga gw akan berlibur ke PT. Newmon Nusa Tenggara. Loh? Sa? PT? itu kan perusahaan.
     Yup, itu adalah perusaan tempat Papa kerja selama ini. Kenapa keluarga gw mau lebaran di sana?? Apa gw mau ngelamar kerja di sana? Helooo of course Not! gw beneran emang mau liburan di PT. Newmont.
     Kalian pikir PT. Newmont itu pasti kayak kantoran, ups kalian salah PT. Newmont itu tambang...dan disana gw gak tinggal di tempat Papa tapi di salah satu rumah di Town Site (read: town site) nah, kalian pasti gak bakal nyangka kalo kalian tinggal di salah satu tambang. Town Site ini ngambil konsep rumah-rumah di Australia...Bener" nyaman banget dan simple.
     Nah, gw kira pas idul fitri bakalan sepiii banget! ternyata nggak mamens malahan rameee banget. Dan gw rasa gara-gara 'terisolasi' dan tinggal bersama selama bertahun-tahun, tetangga di sini sangat erat hubungannya satu dengan yang lainnya. Rasanya kita itu bukan berasal dari keluarga yang berbeda-beda tapi kita seakan berada dalam satu lingkup keluarga besar.
  
     And the greatest part from this is....*backsound: taburan drum*
     Makan gratiiiis!! :D
     Ternyata, di sini itu gratis makan! :DD

     Pokoknya, di sini itu bener-bener kaya sepotong kecil luar negeri yang masuk di Indonesia

Oke, I think this enough thanks for visit ^^

the oldy models

Nah, sekarang gw mau ngepost nih foto-foto yang jaduuul bgt pas gw masih smp...
nah, ini nih foto model amatir :DDD *forgot it*










Kamis, 15 Desember 2011

FILM-FILM

Hellooooo!!!


Nah, hari ini, gw mau ngebagi tentang film-film yang paling sedih yang pernah gw tonton. . .
And I hope, this is can be your references for your movie :D




ONE LITER OF TEARS



     Film ini bercerita tentang seorang anak perempuan remaja yang memiliki penyakit yang ganas dan sangat jarang ditemui di usia seperti dia. Nama anak itu Ikeuchi Aya. Dia adalah anak pertama dari empat bersaudara, keluarga mereka hidup dengan pas-pasan namun keluarga mereka selalu bahagia.


     Kemudian, Ibu Aya merasa ada yang tidak beres dengan Aya akhir-akhir ini. Karena Aya lebih ceroboh dan keseimbangannya juga berkurang. Sampai suatu hari ketika Aya ingin pergi sekolah, dia berlari untuk mengejar bis, tapi tiba-tiba saja ia terjatuh dengan posisi kepala terjembab di tanah. Dagunya segera dialiri oleh darah segar. Dan saat di rumah sakit, ibu Aya pun bertanya kepada dokter apa mungkin anaknya bermasalah dengan keseimbangan. Dan setelah dilakukan berbagai tes, ternyata Aya mengidap kanker yang sangat ganas. Yaitu kanker yang menyerang sistem motorik seseorang. Dia semakin lama akan semakin kehilangan kendali atas tubuhnya.
     Film ini sangat-sangat mengharukan. Film ini menceritakan tentang perjuangan Aya untuk melawan kankernya. Dengan dukungan dari keluarga, teman, dan laki-laki yang dia cintai. . .

Dijamin! Film ini bakal bikin lo nangis dari awal sampai akhir film! TT


HACHIKO

     Nah, film ini bercerita tentang kesetiaan anjing kepada majikannya. Kisah ini berawal ketika seorang dokter menemukan anjing di dalam kurungan yang sudah penyok sebagian. Ia membawa anjing itu pulang dan mengobatinya, kemudian, keesokan harinya dokter itu membawa anjingnya ke rumah seorang temannya. Temannya yang melihat anjing itu mengatakan, bahwa jika di Jepang anjing dengan jenis itu sangat setia kepada seorang manusia yang memeliharanya. Lalu temannya mengusulkan nama Hachiko.
     Dan benar saja, Hachiko membawa kebahagiaan untuk majikannya. Saat majikannya pergi untuk bekerja, Hachiko akan terus membuntuti sampai di depan stasiun. Dan dia menunggu majikannya di taman depan stasiun sampai tuannya pulang. Hingga suatu hari, sang majikan meninggal...
     Hachiko yang mengira tuannya masih hidup terus menunggu dengan patuh di depan stasiun, di bawah pohon dimana biasa ia menunggu. Hachiko menunggu majikannya pulang selama dua puluh tahun. Dan Hachiko mati dengan damai di bawah pohon itu. Orang-orang di sekitar tempat tinggal Hachiko merasa sangat kasian dan terharu terhadap kesetiaan Hachiko dan akhirnya membuatkan patung di taman biasa Hachiko menunggu.

     Film ini diambil dari kisah nyata di Jepang dengan alur yang sama pula. Dan di stasiun Shinbuya ada patung Hachiko di tempat Hachi biasa menunggu.

     SUMPAH! INI FILM BUAT GW PENGEN BANGET PELIHARA ANJING!

MY SISTER'S KEEPER


     Film ini bercerita tentang sebuah keluarga kecil yang terdiri atas Ibu, Ayah, dan ketiga anak mereka. Tapi, keluarga mereka tidak senormal seharusnya...
     Kate, adalah kakak perempuan Anna. Kate menderita Leukimia sejak ia berumur tiga tahun. Dan Anna adiknya adalah 'Bank donor' bagi Kate... Anna dilahirkan untuk menjadi donor bagi kakaknya dengan sistim bayi tabung. Setiap kali Kate membutuhkan donor, maka Annalah yang harus mendonorkan apapun yang dibutuhkan Kate. Dan ibunya, Sara, selalu menuntut Anna agar mau mendonorkan bagian apapun yang diperlukan Kate. Anna tau kalau dia lahir karena harus mendonorkan semua yang dibutuhkan Kate.
     Dan akhirnya, saat Kate menderita kerusakan ginjal, Anna menolak dan menuntut ibunya melalui pengacara yang lumayan terkenal di kotanya. Dan persidanganpun dimulai, sampai, saat pengadilan putusan terakhir kakak laki-laki Anna berdiri dan berkata bahwa yang menginginkan agar Anna tidak mendonorkan ginjalnya adalah Kate. Karena Kate tau, hidupnya sudah tidak akan lama lagi walaupun berapa banyak donor dari adiknya yang diterima. Kate merasa pengorbanan adiknya itu akan sia-sia dan menyuruh Anna untuk menuntut ibu mereka...
     Film ini bener-bener bercerita tentang pengorbanan antara saudara. Tak peduli kalau itu akan membahayakan nyawa yang lainnya. Film ini sangat mengharukan :'(

I AM SAM




Seorang pria (Sam Dawson) dengan keterbelakangan mental harus membesarkan anak seorang diri karena istrinya pergi meninggalkannya sesaat setelah melahirkan. Sampai saat anaknya (Lucy) berumur tujuh tahun, lembaga sosial pengawas anak mengambilnya dari Sam karena sebagai orang tua yang memiliki keterbelakangan mental Sam dianggap tidak mampu membesarkan anaknya.
Namun Sam tidak tinggal diam, segala daya dan upaya dilakukan untuk merebut anaknya. Sam harus bertarung di pengadilan untuk mendapatkan hak asuh anaknya kembali.

Yang menarik ternyata Rita, pengacara profesional sebaliknya sekalipun normal dan memiliki segalanya tapi tidak memiliki hati yang bisa mengasihi anaknya.
Dalam film ini ditampilkan secara gamblang, bahwa bagi seorang anak waktu dan kasih dari orang tua lebih daripada segalanya yang bisa diberikan oleh orang tuanya sekalipun orang tuanya cacat mental seperti Sam.

     Film ini bener-bener bikin GAK, GAK, GAK KUAT :'(

BRIDGE TO TERATABITHIA
     


Nah, ini the last movie from me....
     Film ini bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Jess yang memiliki banyak saudara dan merasa hidupnya sangat tidak beruntung. Ia merasa semuanya sangat membosankan dan monoton. Sampai ia bertemu dengan seorang anak perempuan yang rada eksentrik dan suka berhayal, Leslie...
     Leslie adalah anak yang ceria, rada urakan, dan senang membayangkan sesuatu. Leslie juga bertetangga dengan Jess dan mereka dengan segera menjadi sahabat baru. Setelah pulang sekolah, Leslie dan Jess berjalan-jalan dan menemukan seutas tali tambang yang menggantung di atas pohon tua. Lesli dan Jess menyebrang melalui tali itu untuk menuju ke sebuah hutan kecil. Leslie dan Jess menamai 'kerajaan mereka dengan nama Teratabithia' Mereka berhayal mereka adalah raja dan ratu di sana.
     Suatu hari, Jess menerima kabar bahwa Leslie telah meninggal saat mencoba menyebrangi hutan dengan tali tambang itu. Jess sangat sedih dan kehilangan atas Leslie...

Film ini bercerita tentang persahabatan yang sangat manis dan indah :')


Nah, ini mungkin postan gw buat hari ini. Thanks to visit :D





 

Potongan-Potongan II

     Nah, gw juga mau ngepost lagi tentang potongan-potongan dari novel yang lagi gw kerjain. Okeh, ini beda sama potongan yang kemarin, soalnya ini novel beda lagi. Novel gw yang satu ini ceritanya tentang seorang anak yang nunggu cinta pertamanya *ini mirip sm winter in Tokyo tp ini beda kok ceritanya*





     Hari ini kota Seoul terasa sangat panas. Tumben, hari ini matahari terang-terangan menunjukkan sinarnya. Karena, kota Seoul kurasa kota yang lumayan sejuk bahkan saat di puncak musim panas sekalipun. (saatnya kita menyalahkan efek rumah kaca atau global warmning) Aku jadi ingat saat aku kecil dulu. Kenangan yang tak mungkin aku lupakan bakan sampai nanti. Aku memandang langit cerah kota Seoul, menutupi mataku agar tak silau, memfokuskan pandanganku ke satu-satunya awan kecil yang ada di langit     

***

     Namaku Sierra, aku berasal dari Indonesia. Di sana aku dipanggil Niki. Aku mengikuti Papaku yang bekerja di Seoul yang bekerja sebagai salah satu Manager suatu perusahaan. Entah apa namanya. Aku baru tinggal di sini, kota kecil di sebelah Timur Korea Selatan, Donciang (fiktif) Aku sangat menyukai kota kecilku ini. Begitu damai dan tenang. Tidak seperti di Jakarta yang selalu ribut tiap harinya.
     Umurku sekitar 6 tahun saat itu. Aku tak bisa berbahasa Korea, hanya bahasa Indonesia. Sore itu sangat cerah, Aku mengenakan kaus biru bergambar Doraemon sedang memegang baling-baling bambu dan celana pendek di atas lutut berwarna coklat. Aku memutuskan berjalan-jalan sore, mengajak anjingku Chiki. Chiki adalah anak anjing berjenis Golden rativier. Aku menamainya chiki karena aku suka jajan dengan nama yang sama di Indonesia. Lagipula, Chiki cocok dengan nama itu kurasa, Bulunya berwarna kuning keemasan, sama seperti jajan Chiki.
     Ketika aku sedang berkeliling kompleks, aku melihat sebuah bukit kecil. Yang menarik perhatianku bukan bukit itu, tapi sebuah pohon besar yang tumbuh diatasnya. Aku menuntun Chiki ke arah bukit itu. Cukup melelahkan juga. Tapi sekarang aku sudah berada di bawah bukit itu. Chiki sudah mendahuluiku, tali kekangnya terlepas dari tanganku. Chiki mendahuluiku dan kini ia menyalak riang, menantangku untuk berlomba dengannya. Akusih menyerah saja, karena aku pasti takkan bisa mengalahkan Chiki. Untuk ukuran anak anjing dia sangat hiperaktif (sungguh!) dia sangat berbeda dengan anjing golden rativier lain. Jika anjing golden rativier lain yang ekspresi wajahnya sendu dengan telinga yang melipat kebawah dengan mata yang kalem, maka Chiki justru sebaliknya. Anjing itu memiliki mata yang sangat cemerlang, dan pandangan yang mengarah lebih ke jahil daripada penurut, dan tentunya, bersemangat yang berlebihan.
     Aku akhirnya sampai di atas bukit itu. Dan melihat pohon yang tadi ada di bawah. Aku merasa bangga dan senang, bisa mencapai bukit itu. Tapi akhirnya aku sadar! Chiki tak ada! Aku baru akan berteriak memanggil namanya ketika aku mendengar suara yang lembut dengan harmoni yang indah, mengalun. Dan ternyata, suara itu berasal dari balik pohon. Akupun berjalan dan menoleh ke balik pohon, dan disanalah Chiki berbaring santai, ekornya bergoyang kesana-kemari pertanda dia sangat senang. Dan akupun melihat anak cowok yang berambut coklat-gelap, ternyata dari dialah suara itu berasal. Tanpa sadar, aku mengikuti Chiki, duduk dengan tangan diatas lutut di sebelah anak itu. Mendengarkan.Sepertinya anak itu menyadarinya karena permainannya langsung terhenti.
     Ia membuka mata, dan berpaling menatapku. Lalu berkata 'Annyeong haseyo! Jal jinaseoyo?' Aku diam, bingung. Aku menjawab 'Apa yang kau katakan? aku gak ngerti.'
Tentu saja anak itu bingung juga. Kami saling pandang selama beberapa saat, sampai tiba-tiba Chiki maju dan menjilati pipi anak itu. Dia tertawa-tawa dan kemudian berbahasa aneh lagi yang aku tidak mengerti. Aku tanpa sadar menggumamkan. 
'Dia ingin kau melanjutkan lagumu.'
'Mwo?'
Akupun mengulangi perkataan yang sama sambil menunjuk ke alat musiknya.
Dia sepertinya mengerti, lalu, mengelus kepala Chiki dan melanjutkan permainannya. Aku memejamkan mata, mendengarkan permainannya yang indah     

***

     "Iya papa....Aku baru saja sampai di Seoul. Ya, apa? tentu tidak! ya...aku baik-baik saja...oh, ayolah paps! aku bukan anak umur lima tahun lagi!" Aku kesal, kututup telfon dari Papa. Padahal umurku sudah hampir 18 dan aku sudah kuliah sekarang. Itu alasanku kembali ke Seoul. Aku mendapat beasiswa di salah satu kampus. Sebenarnya Papa menyuruhku untuk tinggal dan kuliah saja di Indonesia. Papa tak ingin jauh katanya. Tapi aku meyakinkan Papa dan berjanji akan baik-baik saja. Tapi aku sedikit khawatir juga kepada Papa, Papaku itu orangnya sedikit teledor walaupun dia sudah menduduki posisi yang tinggi di kantornya. Dia juga selalu khawatir terhadap semua yang aku lakukan. Yah, menurutku wajar juga. Papa sudah menjadi single parents sejak aku berumur empat setengah tahun. Tidak...tidak...bukan karena mereka berdua bercerai, tapi ibuku meninggal karena sakit yang dideritanya. Ayah dan Ibuku saling mencintai dan bahkan pada saat aku baru berumur sekecil itu aku bisa merasakan Papa sangat mencintai Ibuku dan juga sebaliknya. Aku ingat, saat itu aku berkata pada ibu kalau aku mau menikah dengan pria yang seperti Papa. Saat itu keduanya tertawa geli.

OKEH, SEGITU DULU DEH YA...KAPAN-KAPAN GW BAKAL NGEPOST LAGI CERITA GW

BYE~ C-U

Rabu, 14 Desember 2011

Ta- DAAA

     Okeh, gw dateng lagi! (tumben bgt gw bisa ngepost hampir tiap hari) nah, saudara-saudara sekarang gw mau ngepost tentang kegalauan gue gara-gara gw kangen pake buangets sama sobat-sobat gw yang ada di Mataram. Okeh, sekarang kita mulai *back sound: tabuhan drum* gw pengen buat cerita tentang pertemuan-pertemuan gw dan gimana kok gw bisa sahabatan sama mereka SEMUA. Dan gw perlu ingetin:

 TULISAN INI GAK BAKAL BISA NGEBANDINGIN MEREKA TULISAN INI CUMA BISA MENCERITAKAN SEBAGIAN DARI HAL-HAL SANGAT BERHARGA YANG UDAH MEREKA BAGI KE GW SELAMA BERTAHUN-TAHUN
#THANKS VERYMUCH GUYS :*#

Gw mulai dulu sesuai abjad, nah nama sahabat gw itu:
-Anindya Dwitya Putri
-Bianca Adriennawati
-Nila Febrianna Iswara
-Unsa Sabrina Harjanto
-Siti Oryza Khairunnisa

Mulai dulu dari Anindya Dwitya Putri:
     Okeh, ini adalah salah satu 'Mbak' kesayanganku. *Hug and kiss for you mbak*
     Nah, dia biasa dipanggil Anin. Dia suka banget sama gambar" yang unyuk-unyuk dan kadang aku gak bisa ngerti jalan pikirannya...Kadang, aku pikir aku yang salah atau apalah. Tapi selama tiga tahun sama-sama aku mulai bisa ngerti Anin. Dia cuma kadang aja kok pikirannya beda, dia bener-bener cocok jadi kakakku. Dia hampir sama-sekali-gak-pernah ngeluh sewaktu aku jadi deskmatenya. Dia selalu dengerin dengan sabar dan diam (aku kadang mikir Anin dengerin ato supaya aku puas aja) dan dia adalah pemberi saran yang lumayan baik. Cara aku ketemu sama Anin itu pas hari masuk SMP pertama, aku sebenernya gk ngeliat dia tapi, waktu itu, pas mejanya SBI baru dateng dan ada nomernya, semua memutuskan untuk duduk sesuai nomer absen. Sebenernya aku pertama duduk sama Devina, tapi terus Anin nawarin duduk bareng, soalnya pertama dia duduk sama Arbi but then, Im with her :D
Ouh Anyins sungguh, aku berterima kasih :)

Bianca Adriennawati
     Hei Tata! :**
     Nah, Tata ini udah jadi sahabatku sejak dulu kala (okeh itu lebay) Tata itu pindahan dari SD lain dan diapun pindah kalo gak salah kelas dua SD. Yup, pokoknya yang aku inget Tata itu dateng pas tahun ajaran baru di SDN 16 MATARAM. Aku masih inget banget tuh, pertamakali liat Tata aku tertarik sama rambutnya yang ngembang kayak gula-gula dan bergelombang :D aku iri sih, dari dulu aku pengen punya rambut kaya gitu tapi rambutku lurus #ngenes. Lanjut      aku sih gak inget gimana cara kenalannya dulu, but, kita langsung deket. Dan persahabatan kamipun berlanjut sampai sekarang :DD
     Tata itu orangnya Lembut banget! Suer! Dari cara jalan, ngomong, makan, ketawa, pokoknya semuanya deh, dan itu bertolak belakang sama gw...Kalo kalian ketemu sama dia, gw Jamin kalian gak bakal berani ngomong dengan suara yang rada keras dan mungkin suara kalian akan lebih pelan beberapakali lipat. *Ini beneran loh* Tata itu orangnya baiiiiiiiik poll dia itu bener-bener cewek banget. Pinter masak, rajin, feminim, lembut. Intinya dia cwe banget deh. Dan kalo kalian jadi sahabatnya kalian pasti gak bakal nyesel!
(Thanks a lot tha :**)


Nila Febrianna Iswara
     Hei sist ncet! :DD
     Nah, ini anak bener-bener bertolak belakang sama Tata. Kalo Tata itu cewek yang paling lembut yang pernah gw temuin, si Nila ini rameeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee tingkat dewa. Dia itu kayaknya punya penyakit rame tingkat akut dewa. Nila itu punya kecenderungan cepet akrab sama seseorang yang baru dia temuin. Dan awal persahabatan kami sebenernya rada-rada gak enak. Pas kelas satu dua sih kita biasa-biasa aja. But, pas kelas tiga ini semuanya bermula     
Jadi pas itu aku ngerasa keadaan kelas kita bener-bener gak enak, kayak bom waktu yang siap meledak kapan aja. Bahkan aku yang gak peka, tau ada sesuatu yang gak beres. Gw pun coba nanya sama Risma dan Novi pas di GO dan ternyataaaa, dugaan gw bener. Mereka lagi perang dingin. Gw gak tau masalahnya apa, dan kalopun gw tau gw gk akan cerita di sini. Nah, pas itu Nila mulai cerita-cerita sama gw, tentang masalahnya...dan kemudian kamipun mulai dekat sejak saat itu. Gw gak tau kenapa nih, but kalo sesuatu terjadi sama Nila, pasti gw ngerasa (entah ikatan batin ato apapun namanya) dan perasaan gw pasti jadi bener-bener gak enak.
     Nila, dia itu bener-bener sangat ceria, bahkan, saat dia sedang sedihpun, dia tetap berusaha sangat ceria. Gw kagum banget sama kemampuannya yang satu ini. Dia itu baik, manis, dan kadang emang hiperaktif dan terlalu bersemangat. But she's my best-supergirl.
Thanks My Nceeet :DD

Unsa Sabrina Harjanto
     Nah, ini nih, dia mirip sifatnya sama  Nila, but, Uca lebih dewasa daripada Nila. Dia adalah teman curhat yang baik. Dan kadang mendengarnya bercerita sangat menyenangkan. Uca ini temenku sejak SD juga. Dia itu bisa dibilang anak yang baik dan pintar mencairkan suasana. Uca cantik banget. Walopun rada urakan, but she always beautiful in my eyes :DD
     Dia juga jadi temen satu lesku di GO dan dia juga yang ngebikin aku kenal sama anak-anak kelasnya. Haha, dia juga pandai bergaul. Uca itu kadang sangat nyambung tapi banyakan disconnectnya -___-
But, over all, I like her very much!! :***

Siti Oryza Khoirunnisa
     Ini sahabat gw yang dari SD juga. Dia itu juga satu SMP but dia ikut kelas aksel dan sekarang dia jadi kakak kelas gw :P Aku masih inget loh cara kita jadi temen dulu! (hebatkan? udah lebih dari 9 tahun looh)
Nah, jadi gw pas kelas satu SD itu bener-bener pemalu banget sama anak-anak yang lain. Suatu hari yang cerah, waktu itu jam istirahat dan gw keluar dari kelas. Ngamatin anak-anak kelas yang lebih senior main bola. Gw sebenernya laper, tapi berhubung gw males dan takut ke kantin, gwpun memutuskan untuk diem aja di luar 'makan' pertandingan bola anak SD. Nah, tiba-tiba, ada anak yang nyapa gw yang lagi duduk di bawah pohon palem.
"Hei! kamu anak kelas satu kan?"
Gw noleh ke arah sumber suara. Dia berperawakan kecil, dengan rambut tergerai sebahu. Matanya besar dan sedang bertanya ke arahku. Gw tetep aja bengong kaya orang bego. Karena dia gak dapet respon, dia nanya lagi.
"Bukan ya?"
"Eh, iya, aku-emang-anak-kelas-satu"
"Oooh...gak makan?"
"Aku takut ke kantin"
"Namamu siapa?"
"Sasa"
"Nih, aku bawa roti, mau?"
Dan, dari perkenalan itupun kami berteman lalu mulai dekat pada saat kami membentuk grup SD bernama FUUN SYTY

Nah, gw udah ngenalin semua sahabat-sahabat gw ke kalian semua! Mereka adalah sahabat yang bisa diandelin dimanapun dan kapanpun. Dan walau kepisah jarak, mereka tetep anggep aku sahabat mereka juga.
Thanks 1000X

E P I L O G

Hello ceman-ceman, sekarang gw mau ngepost lagi. Nah gw lg berusaha ngepost tentang bagian terbaik dr novel karya Ilana tan edisi: 4 season. yaitu:
- Summer in Seoul
- Autumn in Paris
- Winter in Tokyo
- Spring in London

Naaah, berhubung gw cuma minjem satu buku dulu dali perpus *kere amat* -__-
Sekarang gw mau ngutip bagian epilognya yang Winter in Tokyo

EPILOG

     Cahaya matahari yang silau membuat mata Kazuto menyipit ketika menatap anak perempuan yang sedang berjongkok dan mengorek-ngorek tanah bersalju dengan ranting di samping gedung sekolah. Sepertinya anak itu sedang mencari sesuatu. Sesekali ia meniup tangannya yang tidak bersarung tangangan. Dan sepertinya ia juga sedang menangis.
     Kazuto menoleh ke belakang. Teman-temannya belum keluar. Tadi mereka bilang mereka tidak akan lama, hanya akan memberikan hadiah ulang tahun kepada guru SD favorit mereka. Kazuto tidak terlalu setuju dengan ide itu. Memang benar, guru itu guru favorit mereka semasa SD, tapi kini mereka sudah menjadi murid SMP.  Menurut Kazuto mereka tidak pantas lagi bersikap sentimental dan kekanak-kanakan seperti itu. Namun karena terpaksam tetapi ia menolak untuk masuk dan bertemu dengan guru mereka. Menurutnya laki-laki harus bersikap tegas. Biar saja teman-temannya yang masuk. Ia akan menunggu di luar sini sampai mereka kembali. Walaupun di luar sini dingin sekali.
     Kazuto kembali menatap anak perempuan itu. Teman-temannya belum kembali. Daripada melamun saja, mungkin ia bisa membantu anak itu.
     Kazuto membetulkan letak topi wol birunya dan menghampiri anak itu. "Sedang apa?" tanyanya.
     Anak perempuan itu mendongak. Mantanya menyipit menatapp Kazuto. Dari dekat, Kazuto menyadari rambut panjang anak itu yang diikat ekor kuda terlihat agak miring dan ada sedikit noda tanah di pipinya yang kemerahan. Kazuto juga baru tahu anak itu tidak sedang menangis seperti yang diduganya tadi, tetapi anak itu memang hampir menangis. Matanya terlihat bekaca-kaca.
     "Sedang apa?" Tanya Kazuto lagi karena anak itu tidak menjawab.
     Setelah ragu sejenak, anak perempuan itu bergumam pelan.
     "Mencari sesuatu."
     "Mencari apa?"
     "Kalung." Lalu anak perempuan itu kembali menunduk dan mengorek-ngorek tanah.
     Kalung? Tanpa bertanya lebih jauh, Kazuto pun ikut mencari. Ia baru mulai berlutut ketika sudaut matanya menangkap sesuatu yang berkilau. Ia memungut benda itu dan mengamatinya. Kalung itu kalung yang sederhana, tetapi indah dengan liontin berbentuk tulisan "Keiko." Nama anak itukah?
     "Namamu Keiko?"
     Anak itu menoleh ke arahnya. "Ya." Nada suaranya terdengar ragu-ragu.
     Kazuto tersenyum puas dan mengacungkan kalung yang dipegangnya itu. "Ketemu!"
     "Benarkah?" Wajah anak perempuan itu langsung berubah cerah. Ia berlari menghampiri Kazuto dengan mata berkilat senang dan pipinya semakin merona merah.
     Kazuto berdehem dan menyerahkan kalung itu kepadanya.
     "Jaga baik-baik. Jangan sampai hilang lagi."
     Tepat pada saat itu ia mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh dan melihat teman-temannya ternyata sudah keluar dan melambai-lambai ke arahnya. Kazuto mendesah. Kenapa mereka memilih sekarang waktu untuk keluar? Ia mendesah pelan sekali lagi dan menoleh kembali kepada anak perempuan yang berdiri di depannya. "Aku pergi dulu." katana. "Kau juga lebih baik cepat pulang."
     Setelah itu ia pergi bergabung bersama teman-temannya.

***

 "Naomi, cepat ke sini," Keiko menarik Naomi yang baru datang.
 "Dan jangan berbalik! Nanti dia melihat kita."
 "Siapa?"
 "Kau kenal anak laki-laki di lapangan itu? Tapi kau jangan berbalik. Nanti dia melihat kita."
     Naomi mendelik ke arah saudara kembarnya. "Kalau tidak berbalik bagaimana aku bisa melihat siapa yang kaumaksud?"
 "Baiklah, baiklah. Tapi pelan-pelan saja. Jangan sampai ketahuan."
     Naomi menoleh diam-diam dan memandang ke arah lapangan.

***
 "Kau tadi bicara dengan siapa, Kazuto?" tanya Eiji yang bertubuh jangkung sambil menoleh ke belakang.
     Kazuto memutar kepala temannya kembali ke depan. "Bukan siapa-siapa. Kenapa kalian cepat sekali?"
 "Cepat?" Mata Makoto melebar terkejut. "Kami pikir kau pasti sudah uring-uringan karena menunggu begitu lama di luar."
     Kazuto berpura-pura tidak dengar.
"Sekarang kita mau kemana?" tanya Emi sambil melirik jam tangan.
     Akira sambil mengusap-usap kepalanya yang hampir botak.
 "Bagaimana kalau kita pergi makan?"
 "Kenapa pikiranmu makan melulu?" omel Makoto dan menyikut lengan Akira.
 "Memangnya kalian tidak pernah dengar cuaca dingin membuat orang-orang gampang lapar?" tanya Akira sambil memandang teman-temannya satu per satu. "Apalagi aku."
 "Maksudmu karena ibumu salah memotong rambutmu sampai hampir botak dan sekarang kepalamu kedinginan?" Emi terkikik.
 "Jangan mengingatkanku pada rambut jelek ini?" erang Akira.
 "Aduh, kenapa aku lupa bawa topi hari ini?"
     Kazuto melepaskan topinya dan melemparkannya ke arah Akira. "Pakai ini saja kalau kau malu rambutmu yang jelek itu dilihat orang."
     Teman-temannya tertawa. Sambil bersungut-sungut, Akira mengenakan topi wol biru itu.

***

 "Sekarang jam pulang sekolah, kau tahu?" kata Naomi. "Di lapangan banyak orang. Anak laki-laki yang mana maksudmu? Beri aku petunjuk."
     "Tadi dia bersama teman-temannya." Gumam Keiko sambil berpikir-pikir. Tiba-tiba ia menjentikkan jari. "Dia memakai topi biru. Topi wol biru!"
 "Topi biru?" Naomi meyipitkan mata dan mencari-cari. "Ah, itu dia. Topi biru dan... dia bersama teman-temannya. Yang itu? Bukankan mereka kakak kelas kita?"
     "Ya, ya, ya" sajit Keiko cepat tanpa berbalik. "Kau tahu siapa namanya? Anak laki-laki bertopi biru itu?"
     Naomi mengangguk. "Itu Kitano Akira."
     "Kitano Akira," gumam Keiko sambil tersenyum sendiri.
     Naomi mengangguk, "Ngomong-ngomong, kenapa kau ingin tahu?"
     Keiko tersenyum lebar penuh rahasia. "Akan kuceritakan di rumah. Ayo, kita pulang."


Senin, 12 Desember 2011

Potongan-Potongan

Jreeeeeng oke, gw ngepost lagi stlh lama dan mangkir dari tugas gak ngepost :DD
Gw baik kan?
Okeh, sekarang nih lagi rencana mau nyelesein novelku and, this is it POTONGAN dari novelku

                Sekali lagi. Aku berada di sebuah taman. Taman bermain yang sudah tua. Ayunan yang berderit pelan, tertiup angin kemarau kering. Di bawah pohon rindang, seorang cowok berperawakan tinggi dan sepertinya sebaya denganku, membelakangiku, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. Ia berdiri di sebelah bangku panjang berwarna putih pucat. Walau ia membelakangiku, entah mengapa aku merasa sangat mengenalnya melebihi siapapun di dunia ini. Saat aku ingin meraih punggungnya, tiba-tiba semua di sekitarku memudar dan menjadi gelap gulita. Deg...
  "Hah...hah...se...sebenarnya apa arti semua ini?! Kenapa setiap malam aku harus terbangun karena mimpi itu?"
Aku mengusap keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhku. Tanganku kuletakkan di keningku dan tangan sebelahku memegang dadaku. Deg...deg...deg... bunyinya sangat keras mengalahkan bedug di masjid. Aku tak bisa memejamkan mataku. Aku menatap ke langit-langit kamarku yang becat biru dan dihiasi awan puutih dan juga layangan yang beraneka ragam. Aku memiirkan mimpiku tadi. Siapa sebenarnya laki-laki tadi? Kenapa aku merasa sangat mengenalnya? Apa dia Dasta? Pacarku? Ah...kuarasa bukan. Aku merasa suatu ikatan yang lebih kuat antara aku dan laki-laki itu. Siapa sebenarnya dia? Aku terus memikirkannya dan tanpa sadar aku terbawa oleh lukisan di atas kamarku, membuaiku ke dalam mimpi. Bukan mimpi tadi yang misterius. Tapi ke dalam mimpi lain yang lebih manis, lembut, dan indah.
                                                                           ***

Okeh, FINISH :D

Selasa, 25 Oktober 2011

DO EVERYTHING

Assalamualaikum :D
Hyuh, akhirnya bisa ngepost blog lagi,
Sekarang gw mau ngepost cerita edisi galau.  


Okeh, lanjutin dulu postan kemaren.

Gw akhirnya sekolah di SMA 1 LAWANG dan setelah gw coba untuk ngelakoni dan jalanin  juga syukurin (kpaksa tepatnya) ternyata not bad lah sekolah di sini. Gw sekarang udah lumayan bisa nyesuaiin diri gw sama semua yang baru #thanks god

Go on___

Kalian semua pernah nonton CRAZY LITTLE THINGS CALLED LOVE gak?! Pernah gak? pasti pernah! Kalo gak, piso gw udah siap gorok lo pada nih!

Gilaaaa film itu salah satu the most good and romantic film! (menurut gw sih *plak*)
Nah di film itu kan si tokoh cewek berusaha ngelakuin apapun biar orang yang dia suka bisa tertarik sama dia. Dan, sepertinya gw ngerasa ngelakuin hal yang sama kaya Nam itu. Konyol banget ya? haha. Tapi kalo menurut gw, yang gw lakuin sekarang tuh bener-bener telat pake banget!

Orang yang gw suka nun jauh disana...daan tragisnya gw ngelakuin semua cuma buat narik perhatiannya dia padahaaal, gw tuh sadar banget, kalo dia bahkan udah lupa kali sama gw #miris

Gw ngelakuin hal-hal yang gw tau dia suka banget ngelakuinnya dulu pas SMP
Dia seneng Basket. gw belajar
Dia seneng Dance. gw belajar dance sedikit
Dia seneng penyanyi ****** **** gw nyoba download n nyari info tentang idolanya itu. Semua....

Gw bahkan belom bisa suka sama orang lain kayak gw suka sama dia. Paling gw cuma suka sifat sama sikap mereka sama aku.

Kalo gw pikir, gw tuh beneran konyoool banget. Tapi dengan alasan konyol itu, tetep aja gw lakuin semuanya. Gw nggak berharap dia jadi suka gw juga. Gw cma pengen dia ngeliat ke gw sekaliii aja,natap ke arah gw, bilang 'Hai sa!'
Cukup kok semuanya.

Oke, itu postingan galau gw buat sekarang. Bye bye ^^
Lilypie Kids Birthday tickers