Sabtu, 24 Maret 2012

Pengertian dong! :D

keep smile everyday!!! :D
          


          Hei hei kalian! :D
          Gimana nih kabar kalian hari ini? fiuh, gw lagi sakit flu nih padahal hari senin kan mau mid semester. Kali ini gw mau ngepost nih tentang karangan gw, about a girl. Well, hope you like this.




Seberapa sering kalian merasa bahwa seorang perempuan itu begitu lemah? Begitu rapuh? Begitu cengeng? Begitu hati-hati? Begitu penuh dengan perasaan?  Begitu egois? Begitu mengesalkan? Begitu penuh dengan kekurangan? Kenapa harus ada perempuan di dunia ini?
                Tau gak kenapa? Karena Tuhan memiliki tujuan khusus.
                 
                Dahulu, sebelum seorang perempuan ada, Adam sangat iri melihat binatang, tumbuhan, dan semua mahkluk yang diciptakan oleh-Nya memiliki pasangan masing-masing. Kemudian Adam meminta kepada Tuhan,
“Ya Tuhan, mengapa aku hanya sendirian? Mengapa aku tidak memiliki pasangan seperti yang lainnya?”
“Bersabarlah Adam, aku membutuhkan waktu untuk menciptakan pasangan untukmu.”
“Tapi Tuhan, aku sudah tidak bisa lagi bersabar menunggunya, aku sangat kesepian.”
“Sabarlah. Aku harus membuat pasanganmu dengan detail yang jauh lebih lembut dan sempurna dari dirimu, memberikannya sesuatu yang berbeda dari yang engkau miliki.”
                 
              Kemudian, Tuhanpun menciptakan sesosok mahkluk yang mempesona, diberikan wajah yang cantik, hati yang lembut, dan perasaan yang sangat halus, tapi memiliki sifat yang jauh lebih egois dank eras kepala daripada Adam. Lalu, seorang malaikat sangat heran kenapa Tuhan menciptakan seorang mahkluk lagi, satu jenis dengan Adam tapi berbeda, apalagi dengan sifat yang sangat berlawanan dengan Adam, malaikatpun dengan rasa penasaran bertanya kepada Tuhannya.

“Tuhan, kenapa engkau menciptakan mahkluk seperti dia? Bukankah lebih baik kalau Engkau menciptakan yang sama dengan Adam? Seperti kami.”

“Ketahuilah wahai malaikat-Ku, aku menciptakan makhluk ini sama dengan Adam namun memiliki sifat yang berbeda.”

“Tapi Tuhan, bukankah dia akan memiliki sifat yang sangat berbeda dengan Adam? Apakah engkau tidak kuatir jika mereka akan bertengkar atau bahkan saling membunuh satu sama lain?”

“Ketahuilah malaikat, makhluk ini memiliki kekuatan untuk menakhlukkan seorang Adam. Walaupun sifat mereka sangatlah berbeda, tapi percayalah Adam tidak akan berani untuk menyakitinya, karena mahkluk ini memiliki sebuah perasaan yang sehalus sutra. Bahkan dia memiliki kekuatan untuk memaksakan segala keinginannya kepada Adam. ”

“Tapi Tuhan, jika ia sekuat itu kenapa Engkau menciptakan ia dengan fisik dan perasaan yang sangat rapuh? Bahkan sekelebat angina dapat menghancurkannya?”

“Dia memang memiliki fisik dan perasaan yang sangat rapuh, namun itulah yang akan menjadikan mereka seorang yang sangat kuat dan mampu menghadapi apapun nantinya. Aku akan memberikan makhluk ini ‘air mata’ bukan untuk menjadikannya serapuh daun kering yang ditetesi embun pagi, tapi untuk menjadikannya makhluk  yang mampu menghadapi apapun. Dia akan mengeluarkan air matanya disaat dia merasa sedih maupun senang, dia akan mengeluarkan airmata saat dia merasa lelah ataupun saat dia sedang bersemangat. Dia tidak akan malu mengeluarkan air matanya untuk sahabatnya yang tersakiti ataupun bayinya yang sedang sekarat. Dia akan mengeluarkan air mata saat anaknya baru pertama kali keluar dari rahimnya dan mengeluarkan air mata haru saat anaknya memenangkan lomba.”

“Tapi Tuhan, kenapa Engkau menciptakannya dari tulang rusuk kiri Adam? Kenapa Engkau tidak membuatkannya dari tulang kaki Adam agar dia menjadi kuat supaya bisa menjadi pembantu Adam nantinya?”

“Aku tidak ingin menciptakan makhluk ini untuk diinjak-injak oleh Adam. Aku menciptakannya dari rusuk kiri Adam karena dia akan menjadi makhluk yang paling dekat hatinya dengan Adam, akan selalu mendampinginya, mengurusinya, dan selalu ada saat Adam sangat membutuhkannya. Suatu saat nanti, dia akan berpisah dengan Adam, namun dia akan bertemu lagi dengan Adam, dan saat itulah pencarian keduanya akan berakhir dan mereka bisa hidup dengan damai.”

“Lalu Tuhan, kenapa kau menciptakan detail tangan yang begitu halus untuknya? Kenapa tidak engkau ciptakan tangan yang kuat dan kokoh seperti Adam agar dia bisa memotong kayu dan melakukan pekerjaan lainnya?”

“Aku menciptakan kedua tangan yang sangat halus untuk makhluk ini untuk dapat membuat hati siapapun luluh saat ia menyentuhnya, melembutkan perasaan seseorang yang paling keras saat ia menyentuhnya, memberikan pelukan yang hangat untuk sahabat dan keluarganya, dan dapat mengurus bayi-bayinya dengan sangat baik dengan satu tangan sambil ia terus memasak dengan tangannya yang lain.”

“Dan kenapa Engkau menciptakannya dengan suara yang tinggi dan juga wajah yang lembut pula? Bukankah suara yang halus akan membuatnya semakin lemah? Dan wajah yang lembut seperti itu akan membuatnya menjadi makhluk yang sangat lemah?”

“Ketahuilah wahai malaikat-Ku, suaranya yang tinggi aku ciptakan untuk bernyanyi dengan apik untuk anak-anaknya saat ia rewel, untuk menyanyi saat hatinya gundah. Wajahnya yang lembut aku ciptakan untuk dinikmati Adam. Agar Adam selalu ingat siapakah yang menciptakannya, dan selalu bersyukur ia memilikinya. Aku menciptakan sepasang mata yang indah agar Adam bisa mengetahui perasaannya saat ia tidak bisa mengetahuinya. Aku memberinya sebuah bibir yang jika tersenyum bisa menyejukkan hati Adam yang gelisah.”
                Kemudian malaikat berhenti bertanya, karena malaikat sudah kehabisan pertanyaan untuk makhluk yang sangat sempurna itu. Setelah itu, Allahpun menciptakan makhluk itu dan menambahkan seluruh detail yang telah ia sebutkan kepada malaikat.
Malaikatpun bertanya untuk terakhir kalinya.

“Akan kau sebut apa makhluk ini ya Tuhan?”
“Aku akan menyebutnya ‘Perempuan’”

Adam yang bertemu dengan Perempuan itupun sangat terpesona olehnya. Oleh detail lembut yang diberikan kepada perempuan itu. Dan merasa tenang disaat ia dekat dengannya.
“Wahai makhluk yang sangat sempurna, harus kupanggil apa dirimu?”
“Panggilah aku Hawa…”

Pada akhirnya karena Hawa, Adam harus keluar dari surga karena melanggar perintah Tuhan-Nya. Hawa sangat menyesal, namun Adam tidak pernah merasa kecewa kepada Hawa karena baginya Hawa sudah memberikan sesuatu yang sangat berarti untuk Adam.

Gimana? gimana? lumayan kan buat jadi pemikiran-pemikiran kalian yang lagi kesel sama makhluk yang satu ini?? :D

Jumat, 23 Maret 2012

Time is suck!





          Hei, hei, ehehehe, sori ya selalu ganggu kalian karena akhir-akhir ini gw sering banget ngepost. Gak tau kenapa nih, gw kok akhir-akhir ini bener-bener bad thinking about anything. I think, everytime my brain works in the mid of night, it always think that now I'm alone. I dont had any people that stay by my side, and I always think that they never stay with me when I need them.
 
          Now, I think maby now they had any diffrent life, with new people around them, always make they laugh and always by they're side. But, you know, I cant like them. In my life now, it like slow motion. I cant look in front of me, and of course I cant looked back.

          Papa selalu bilang kalau di tempat baru aku pasti bertemu dengan orang-orang yang baru. Yang berbeda dari orang yang pernah aku temui dan menjadi orang yang penting di sekitarku. Tapi Papa tidak pernah berfikir kalau aku tidak bisa semudah itu untuk membaur dengan keadaan ataupun lingkungan baru. Kukira, dengan menemui orang-orang baru, aku akan mendapatkan sahabat baru. Tempat yang baru. But, like I said before, it NOT  an easy jobs! Kita tidak bisa begitu saja dengan mudahnya mencap kalau dia adalah seorang sahabat kita. Okeh, mungkin sebagian orang berfikir kalau sahabat tidaklah terlalu penting ataupun berharga dalam hidup kita. Tapi kalau menurutku, sahabat itu sama pentingnya seperti sebuah nyawa seseorang.

           Nyawa itu tidak seperti baterai yang dengan mudah dapat kita isi ulang. Dibeli de toko manapun dan kapanpun kita mau. Tapi nyawa itu harus di jaga, hati-hati, kalau tidak ada nyawa kita tidak mungkin bisa menjalani kehidupan kan?

           Tapi akhir-akhir ini mungkin orang-orang itu, semakin dan semakin menjauh. Aku tidak bisa lagi bercerita dengan bebas dengan mereka. Kalian tahu kan kalau seseorang yang sangat jauh pastilah tidak bisa berhubungan dengan baik. Kurasa, yang sekarang menjadi permasalahanku adalah hal ini saja. Kurasa pada akhirnya aku akan benar-benar sendirian. Tidak            aku bukannya tidak suka dengan teman-teman baruku. Mereka semua anak yang baik dan ramah-ramah aku berfikir aku hanya tidak terlalu cocok saja dengan mereka. Aku sangat menyukai mereka, yah, hanya saja itu tadi, aku tidak bisa menemukan yang benar-benar cocok kepadaku.

           My cet, my ty, my tha, my chi, my ijah, my Pitri, my anyins, my kers, my raa....I missed them really really miss them. Aku memang berlebihan ya? Kurasa ini yang dinamakan masa-masa galau. Sekarang saat aku di sini, siapa lagi yang bisa aku bebani dengan cerita-ceritaku? Aku bukannya ingin selalu di dengar, tapi aku hanya membutuhkan mereka. Just that. Tapi aku sekarang tersadar, semua keinginan itu tidaklah bisa aku wujudkan dengan mulus seperti Papa dan aku kira.




           Egois. Satu kata yang bisa menggambarkan diriku. Yup, aku memang sangat-sangat egois. Mereka sangat sibuk, aku tahu itu, tapi aku masih berharap aku bisa mengganggu mereka di saat-saat sibuk mereka... Kurasa, mereka hanya akan mengganggapku sebagai pengganggu. Tapi aku hanya ingin mereka tahu kalau aku ingin melakukan semua hal bersama-sama dengan mereka. SEMUANYA. Itulah yang sebenarnya ingin aku ceritakan. Aku ingin sekali bersamaa-sama melakukan hal dengan mereka. Merayakan saat-saat penting, ulang tahun mereka memberikan kejutan kecil untuk mereka, dan mengerjai mereka habis-habisan. Bahkan aku juga ingin merasakan perasaan tertekan karena pekerjaan yang menumpuk dan tuntutan dari guru-guru. Kurasa aku akan menikmati semua itu bersama mereka. Berjalan di tengah teriknya matahari saat pulang dan juga dijemput pagi-pagi saat aku belum siap ke sekolah. Pokoknya melakukan hal dan menyisihkan waktu kita. Waktu untuk cewek-cewek.

           Waktu? apa itu yang aku butuhkan? Untuk terbiasa? dengan ketidakhadiran mereka di sisiku? Tapi kurasa itu tidak sepenuhnya benar. Aku tidak bisa terbiasa mereka tidak ada dan menyerahkannya pada waktu karena aku sudah terbiasa hari-hariku dengan mereka. Bahkan sekarang aku berfikir, jika aku tidak mengenal mereka sejak awal, mungkin aku sekarang bisa menikmati hari-hariku. Ah sudahlah, kurasa aku bahkan tidak bisa melakukan apapun dengan benar jika tidak ada mereka :) Tapi aku juga ikut senang, ternyata mereka semua bisa menikmati hari-hari mereka dengan senyum dan candaan

Kamis, 22 Maret 2012

Futsal

ini emang bukan lapangan futsal tadi sih, tapi kurang-lebih sama kok, gw gak
ambil foto karena kamera gw di pake adek, remamber?



          Hei hei kalian!
          Kabar baik? yeah aku harap sih iya, buat kalian yang kena flu atau sakit kepala dan alergi, take care ya! :D Buat kali ini, gw pengen ngepost tentang kegiatan yang gw lakuin sama anak-anak temen sekelas gw. Jadi, hari Jum'at ini jam sepuluh pagi ini beberapa temen cowok gw di X-9 memutuskan untuk bermain futsal bersama dengan kelas lain dan juga guru PPL.

           So, gw dijemput di rumah sama Aldi sekitar jam 9.25 dan kamipun langsung pergi ke Champion yang menjadi tempat futsal. Sesampainya di sana gw dan Aldi bingung karena anak-anak pada gak keliatan semua. Akhirnya gw sms Tiffa dan dia bilang dia ada di lapangan yang paling ujung. Gw dan Aldi langsung jalan ke arah lapangan ujung. Ternyata udah pada rame dari kubu PPL dan temen-temen gw ada Teppa, Dito, Sumantri, Khoirul, Hangga, Yusuf, sama Nizam. Dan ternyata, kita masih harus nunggu selama sekitar 15 menit lagi karena lapangannya masih dipakai.

           Akhirnya setelah menunggu selama sekian menit, anak-anak akhirnya main. Gw sama tiffa duduk di dekat lapangan di bangku sebelah kanan. Ternyata, hari jum'at ini rame banget. Sampai kita harus nunggu tadi. Ternyata guru-guru PPLnya jago juga tuh main futsalnya, tapi of course, our class still number one (GO! GO! Exemination) sebenarnya sih, supporternya rada garing, selain karena our beloved Makesu gak dateng-dateng, juga karena supporternya cuma gw dan Tiffa. Well, tapi gak papa deh, tetep aja seru kok :D

          Gw kira, orang itu bisa luka pas di lapangan aja, ternyata kemungkinan terluka saat tanding futsal jauh lebih besar loh :O buktinya aja kakinya si Dimas sama Hangga pada luka gitu, serem deh pokoknya. Dan akhirnya, waktu mainnya habis. Gw pun pulang dengan Aldi lagi, padahal dia kan harusnya jum'atan. Emang anak itu rada-rada keras kepala. -_____-

         Pokoknya gitu deh, akhirnya gw pulang dengan selamat sampai di rumah dan ngepost blog ini deh :DD

It's Holiday!! Part 1

          Hei hei! :D
          Nah, sekarang gw mau ngepost nih tentang liburan ke Mataram gw selama seminggu kemarin yang udah gw janjiin bakalan gw ceritain. But, sori aja nih kalau tulisannya rada membosankan.

          Semua berawal dari dua minggu lalu saat gw lagi nyoret-nyoret kertas as usualy, tiba-tiba ada salah seorang temen gw yang nyeletuk, entah siapa, dia bilang kita bakal libur seminggu soalnya kakak kelas lagi UAS. Dan terang aja gw langsung senang dan nelfon papa buat ngasi tau kabar gembira ini (well, sebenernya yang seneng sih gw kalo menurut papa ini membuat kantongnya kempes -___-') jadi setelah itu, papa bilang gw boleh ke Mataram.

          Gw sebenernya masih deg-degan itu berita bener apa cuma kabar-kabari sementara. Dan finally, in Friday, ada kabar gembira yang kasih tau kita kalau kita beneran libur seminggu (Y) terus setelah itu tiba-tiba papa nelfon dan suruh gw buat beli tiket tiga for me, my sista, and my uncle. Yeah, adikku dapet liburan selama seminggu dan seminggu tambahan saat sekolahnya libur. Dan akhirnya di hari Minggu itu kami bertiga berangkat dari Lawang menuju bandara Juanda di Surabaya menggunakan travel yang sudah kami pesan sehari sebelumnya juga. And you know what?? Our plane was delayed more than three hours!!! ugh it's so suck. Dan akhirnya kamipun pergi ke Mataram dan sampai di sana pukul setengah lima. Disambut oleh Hawen, Ibu, dan Papa.

          Eh iya, sekarang di Mataram bandaranya yang Selaparang di Udayana sudah tidak berfungsi lagi karena telah berpindah ke Bandara Internasional Lombok. Jadi, jaraknya sekarang benar-benar jauh. Okeh, balik lagi, setelah menempuh perjalanan kurang-lebih satu jam, gw dan seluruh keluarga akhirnya tiba juga di Home sweet home. Hmmm I missed this house! Rumah gw masih terlihat sama sejak setahun lalu gw tinggal. Bahkan tembok yang terkelupas di dekat tempat tidurku juga masih ada (Papa emang paling males kalo udah di suruh memperbaiki rumah, padahal biasanya kan bapak-bapak ngisi wakt luangnya dengan begituan.)

          Dan ternyata, ibu gw udah nyiapin makanan yang gw kangenin selama gw di Malang. Pelecing. Bagi yang belum tau makanan ini, Pelecing itu seperti urap kalau di Jawa but, tentunya dengan sambal yang berbeda dan isinya adalah kangkung rebus dan juga tauge, dan terkadang diatasnya ditaburi oleh kacang goreng :9 mmmm....I love my mom. Ibu tau aja kalau aku emang kangen banget sama makanan Lombok. Dan setelah gw menyiapkan makanan kami sekeluarga makan dengan lahap dan di selingi dengan obrolan-obrolan ringan.

          Terus, gw bersama adik-adik gw gak bisa tidur sampai bener-bener udah larut. Yah, terkadang bercanda sama saudara bener-bener buat kita lupa waktu dan kondisi lingkungan. Padahal udah malem banget yang harusnya di pakai seseorang yang lelah untuk tidur, malah terganggu dengan suara 3 'makhluk' yang ketawa-ketiwi gak jelas. Dan gw gak tau jam berapa, tiba-tiba kami sudah tergeletak di atas karpet ruang tamu, gw sendiri lupa kok bisa gw tidur tanpa gw ketahui? Padahal kan sebelumnya kami semua semangat banget maen-maen. Yang jelas, gw bangun pagi dengan badan dan tulang yang remuk semua rasanya. Gw nanya ke ibu kenapa gak dibangunin, dan ibu jawab  dengan santainya 'Ibu udah berusaha bangunin kalian buat pindah ke kamar sebanyak 5 kali tapi kalian malah tetep ngorok, ya udah, tak biarin aja sih'

           Well, pokoknya gitu deh cerita perjalananku (permulaan) I hope you like it guys haha, see ya!

Rabu, 21 Maret 2012

Finally (?)

           Hello again people! :D
          Yeah, hari ini berjalan dengan sangat biasa saja. Flat dan datar. Jadi menurutku tidak ada yang spesial.

I woke up in 5.45 and my school start in 6.45 dan aku belum bangun dan menyiapkan diri. Jadi tadi pagi itu alarm di hape aku stel jam 4.15 eh pas alrmnya bunyi, gw malah bangun dan mematikannya, (gw rasa ini adalah salah satu sebab kenapa Indonesia gak maju-maju) dan luckly, my aunt knock my door and I woke! with panicly, gw kemudian nyamber handuk, ngiket rambut gw asal-asalan dan kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi kilat. Terus setelah itu, gw ganti baju dan tanpa sisiran dan sarapan, gw langsung pake sepatu dan naik motor di bonceng om ke sekolah.

Well, nyampe sana ternyata dunia SMA gw belom pada bangun semua. So, gw rada nyesel kenapa gw dengan paniknya pergi ke sekolah. Mana belom sisiran lagi -___- dan di depan gw ketemu sama Dito lagi pake jaket dengan nyamannya sedangkan gw, hampir beku. Eh dianya malah senyum-senyum sambil liat rambut gw, (awas aja ya) di sekolah juga hampir tidak ada hal berkesan yang terjadi.

Eh iya, jam ke tiga dan keempat yang harusnya gw pake buat pelajaran bahasa Indonesia yang nyante abis, malah gw tuker dengan remidi ulangan PKN di kelas lain. And do you know what? Bu Lasmi tiba-tiba nyamperin gw (gw kasi tau aja kalo ngeliat tampangnya dijamin anda semua pasti bakal gak berani ngomong apapun yang bisa buat beliau marah) gw udah deg-degan aja nih *aduuuh gw salah apa lagi sih??* Bu Lasmi nanya ke gw, 'Nak, kamu sejak kapan di sini?'
'Eh, maksudnya sekolah ato tinggal Bu?'
'Ya dua-duanya Nak!'
'Oh, saya baru pindah tahun ajaran ini Bu.'
'Kamu dari NTT?'
'Mataram Bu'
'Oooh begitu, jadi kamu anak Mataram toh. Saya dengar, harga mutiara di sana murah-murah ya?'
Dan selanjutnya, bukannya ngerjain ulangan, gw malah diskusi ngalor-ngidul sama Bu Lasmi tentang Mutiara.

Terus juga pas pelajaran Karawitan tadi, kelompok nyanyi gw dibilang kaya lagi tahlilan -___- kan gw pertama kali udah bilang sama Pak Ari kalo gw itu gak bisa nyanyi, tetep aja di taro di tempat nyanyi ya udah, berantakan kan?

Nah, kejadian yang lumayan menarik malah gw dapetin di tempat les-lesan gw di GO. Jadi ceritanya, tadi itu TO dan gw sama sekali gak tau dan gak belajar. Gak tau deh nilai gw dapet berapa. So, pas lagi TO gw bosen banget dan gw noleh ke temen sebelah gw ada si N dan Z terus gak tau kenapa kita bertiga jadi ngegosip dan curcol. Si Z bilang ke gw tentang sisi lain dari seseorang yang gw kenal. Daaaan OMG gw bener-bener amazing sama sudut pandang si Z ini tentang orang itu. Gw baru tau kalo gw ternyata bukan orang yang pertama. Dan pokoknya kita bukannya ngerjain tentang TO malah cerita soal si 'itu' dengan si 'ini' dan si 'dia' dan 'gw' pokoknya gitu deh~

Sori ya kalo postan kali ini rada-rada gak jelas dan membuat kalian jadi bingung semua :D

Selasa, 20 Maret 2012

Sendiri Lagi

Well, no comment...

akhirnya ku sendiri lagi
setelah lewati hariku dengannya
akhirnya ku termenung lagi
cinta berlalu begitu saja

tak pernah ku dapat yang setia
apa karena ku tidak sempurna
selalu saja aku yang salah
dan akhirnya aku yang menderita 
lagi dan akhirnya ku sendiri lagi
karena kekasihku yang pergi
meninggalkan sejuta kerinduan yang masih terpendam 

perih dia buat hatiku sakit lagi
karena pergi dan tak kembali
meninggalkan sejuta kerinduan yang masih terpendam 
sedih kisah cintaku ini
rapuh hatiku saat ini 

sedih jalan cintaku ini
dan akhirnya yang terjadi
lagi dan akhirnya ku sendiri lagi
karena kekasihku yang pergi
meninggalkan sejuta kerinduan yang masih terpendam 

perih dia buat hatiku sakit lagi
karena pergi dan tak kembali
meninggalkan sejuta kerinduan yang masih terpendam 

lagi dan akhirnya ku sendiri lagi
karena kekasihku yang pergi
meninggalkan sejuta kerinduan yang masih terpendam 

perih dia buat hatiku sakit lagi 
karena pergi dan tak kembali 
meninggalkan sejuta kerinduan yang masih terpendam

My New New little Teddy Doll

          Holla everyones! :D
          Ehehe, sori banget ya bloggers, gw udah lama banget gak ngepost nih. Sebenernya sih gw pengen banget ngepost akhir-akhir ini, but, karena gw ke Mataram (red: pulang kampung) and in here the weather was so bad and there're no signal for modem, sooo gw gak bisa ngepost deh.
          Oh iya, ngomong-ngomong soal Mataram, disana banyak banget loh yang terjadi dan gw juga pengen ngepost di sini, tapi kayanya besok-besok aja yah, satu-satu, ehehe. Dan gw mau start about the title on above. My New Littele Teddy Doll! Ihihihi, okeh, mungkin kalian pikir lucu banget yah gw ngepost tentang boneka.
          Sebelum kalian semua perotes sama gw, dengerin dulu nih cerita gw. Jadi, duluuu banget, koleksi boneka gw lengkap banget tuh, dari boneka barbie sampe boneka yang empuk-empuk kaya hello kitty dan teddy bear sampe temen-temen gw yang dateng maen ke rumah bener-bener iri sama gw yang--- selalu punya boneka keluaran terbaru hho... But, everything's change from fifth grade (oke ini memang rada lebay, but that's the truth!) berawal dari batuk-batuk kecil kemudian pilek yang berkepanjangan dan akhirnya gw kena sesak napas sampe gw kaya orang step (kata ibu gw sih) trus dibawa ke UGD dan akhirnya, gw divonis kena Asma but luckly, gw masih dalam tahap rendah (yang tahap rendah aja udah parah gimana tahap selanjutnya ya?)
          Setelah beberapa minggu kemudian, ternyata gejala yang sama terulang lagi, dan akhirnya ibu gw bawa gw ke dokter anak. Nah terus gw kaya dipasangin alat bantu pernapasan yang kaya di sinetron itu looh~ :D

Lanjut     

Dan kemudian, setelah gw selese diobatin, si dokter duduk berhadapan sama gw, sambil nyatet-nyatet di kertas gitu. Terus, sesi tanya-jawab.
'Adek pasti suka makan es krim ya?'
'Iya' jawab gw dengan bangga + cengiran khas anak kecil
'Terus, kalo makan esnya berapa kali dalam seminggu'
'Tiap hari!' masih dengan pede
'oooh gitu, terus, kalo malem tidurnya pake selimut apa nggak?'
'Nggak'
'Hmm, terus kalo di kamarnya ada boneka yang banyak bulunya ya?'
'Iya!' gw jawab dengan bangga juga. Dan kemudia gw nyesel banget udah jawab iya sama semua pertanyaannya tuh dokter. Why?? cause the next day, after school, all of my dolls was gone!! oh my! dan saat gw tanya ke ibu, ibu bilangnya bonekanya tadi dicuri terus dibawa kabur (kalo gw pikir sekarang, berarti gw bodo polos banget ya percaya sama kata-kata ibu gw) dan gw DILARANG KERAS makan es krim selama bermingg-minggu~ pokoknya asma itu bikin susah, gk boleh makan es, punya boneka, tidur malem, kedinginan, dan kecapean -_____________-

dan gw baru tau pas SMP, imagine that!! kata dokternya pas itu boneka adalah sarang debu yang bener-bener pas buat tungau penyebab asma, ditambah lagi, Mataram itu kota yang kering banget, so, debunya banyaak banget. well, pokoknya semenjak itu kalo ada yang ngasi boneka gw harus rela ngasi ke orang lain, hiks~

        Tapi, sejak gw pindah ke Malang sini, Alhamdulillah, Asma gw gak pernah kambuh lagi. Mungkin karena udara di sini sejuk terus sering hujan jadi debunya pada lari semua. Hahahaha. terus pas gw pulang ke Mataram, gw akhirnya bisa punya boneka lagi! Yay!!

emang sih bonekanya kecil banget, but I love it!
And this is the picture:


 it so cute huh?


friend kissing :*

Rabu, 07 Maret 2012

Aku suka


Sering sekali aku mengeluh. Mengeluh yang tiada hentinya. Tapi ketika aku membaca buku-buku yang ditulis oleh orang-orang terhebat ini…One liter of tears, Surat kecil untuk Tuhan, Aku anak yang terlahir dengan berat 500 gram, A child called ‘it’, Laskar pelangi, The lost boy, Waktu aku sama Mika…buku-buku yang hebat ini, mengajariku bahwa aku adalah anak yang beruntung! Benar-benar beruntung! Aku dilahirkan dengan seluruh tubuh yang sehat, tanpa satu cacat apapun, dan tanpa sakit parah yang aku derita, keluarga kecil yang bahagia dan penuh kasih sayang… Kadang kala, aku lupa menyadari hal-hal yang kecil itu. Dengan kehidupanku yang sekarang, aku merasa bahagia dan senang. Aku bahagia, setiap hari bisa tersenyum dan pergi ke sekolah dengan riang. Bertemu dan bercakap-cakap dengan orang baru…Aku tidak menyadari kalau hal yang remeh itu adalah sebuah anugerah dari Tuhan.
                Tidakkah kalian pernah berfikir kalau kalian bisa berjalan adalah hal yang paling menyenangkan? Merasakan sentuhan alam di jari-jari kaki kalian yang telanjang dan merasakan basah di ujung-ujung kuku kalian, dan juga tanah yang menempel di sekitar mata kaki kalian? Cobalah kalian tengok orang yang memiliki kaki namun tidak dapat berjalan…
                Bukankan berlari itu adalah hal paling menyenangkan yang bisa kalian lakukan? Merasakan alas sepatu kalian menekan ibu jari kaki dan telapak kalian? Rasa sesak yang kalian rasakan di dada saat kalian kehilangan oksigen? Dan angin yang berhembus saat kalian berlari, juga rambut yang kalian kuncir kuda bergoyang dengan lucu? Walaupun lelah, lari itu sangatlah menyenangkan bukan :D
                Aku tau, aku tau, pasti ada saja hal-hal menyebalkan yang terjadi di dalam hidup kalian. Hei! Aku juga sangat sering kok mengalami hal itu. Well, kalau kalian menganggap hidup kalian tidak menyenangkan dan selalu sulit, coba bandingkan dengan AKU.

                Aku sangat sering terjatuh, jadi lututku dan telapakku, semuanya lecet.
                Aku sangat takut dengan gelap, apalagi gelap secara tiba-tiba.
                Aku tinggal jauh dari orang tuaku.

                 Aku memiliki sakit asma yang sering kambuh kalau udara terlalu dingin atau badanku merasa sangat lelah.
                Aku selalu saja bingung dengan apa yang harus aku lakukan padahal sebelumnya sudah ada rencana.

                Nah, sekarang bandingin dengan kalian! Pasti hidup kalian jauh lebih menyenangkan bukan?
                Sekarang, pikirkanlah hal yang paling menyenangkan yang bisa kalian pikirkan dan lakukan.

Ini adalah ‘hal menyenangkan’ versiku…

Aku suka, saat mencium aroma gosong roti panggang saat ibu menaruhnya di pemanggang roti.

Aku suka, saat melihat sinar mentari bergerak naik, mengingatkanku pada krayon yang aku pakai saat TK.

Aku suka, menghirup nafas dalam-dalam ketika baru berangkat sekolah di sepanjang jalan.

Aku suka, mendengar suara-suara serangga pada saat musim panas, mengingatkanku saat aku duduk di 
bangku TK dan menangkapi belalang dan capung yang berada di taman TK, membuat ibu marah setiap kali aku pulang karena siku, lutut, dan telapakku lecet.

Aku suka, saat menatap ke retakan di sepanjang jalan tempat les matematikaku, bentuknya lucu.

Aku suka, menjilati sendok bekas ibu membuat agar-agar, kata ibu itu kebiasaanku yang paling buruk, karena agar-agarnya belum matang, tapi aku tetap saja suka.

Aku suka, mencium aroma parfum strawberry yang kecut tapi tetap manis dan wangi.

Aku suka, mencelupkan jariku ke dalam tempat berisi gula merah yang baru diparut, rasanya menyenangkan!

Aku suka, mengganggu teman-temanku dengan menggelitik wajah mereka dengan bunga kemoceng, sehingga 
mereka lari menjauhiku, dan aku akan tertawa keras!

Aku suka, saat ibu mengusap perutku ketika sakit, rasanya nyaman.

Aku suka, menatap bayanganku di mobil blazer Papa, hihi, aku jadi gendut!

Aku suka, bermain dengan pasir pantai dan membiarkan pasirnya menempel di ujung-ujung rambut dan 
kuku-kuku yang belum sempat aku potong. Saat menyentuh kulit, rasanya geli!

Aku suka, memakan es krim berasa coklat dan vanilla, rasanya manis dan sangat enak di mulutku.

Aku suka, bermain di tengah hujan dan membuat bibirku gemetar menahan dingin.

Aku suka, melompat ke tengah genangan dan membuat airnya muncrat kemana-mana.

Aku suka, sepatu bot Papa yang aku pakai setiapkali Papa pulang kerja, sepatunya sangat berat, tapi aku menyukai suara yang dihasilkan sepatu itu setiap aku melangkah.

Aku suka, memakai celana pendek dan kaus oblong saat hari benar-benar terik di rumah.

Aku suka, saat menatap sawah di belakang rumah, terkadang ada kunang-kunang!

Aku suka, ketika aku bangun dari terjatuh. Aku bisa melihat langit biru yang cerah dengan awan berbentuk domba yang berada di sekitarnya.

Aku suka, menjulurkan lidah kepada orang yang membuatku kesal, akhirnya aku bisa menghilangkan kekesalanku dari orang itu.

Aku suka saat mendengarkan lagu-lagu di petualangan sherinna, mengingatkan aku saat tampil di SD dulu, demam panggung. Pipiku merona merah!

Aku suka, mencoret-coret kertas tanpa tau apa yang aku coret. Hihi, Papa biasanya marah, karena itu surat dari perusahaan yang harus dibacanya.

Aku suka, jika ada orang yang mengelus atau mengacak-acak rambutku. Membuatku merasa disayangi dan dilindungi.

Aku suka, bernyayi di kamarku, membuatku melupakan semua masalah yang aku hadapi.

Aku suka, berlomba naik ke atas bukit, walaupun aku selalu saja kalah cepat.

Aku suka, saat dulu Papa sering menggendongku di bahunya, bisa meraih buah Singapore yang berada di depan TK saat anak-anak lain sibuk mencoba memanjat pohonnya, aku sangat dimanja!

Aku suka, mencium bau rumput saat dia baru saja dipotong.

Aku suka, buku-buku baru yang baru saja aku beli di toko buku. Mencium bau kertas percetakan yang beraroma memuakkan.

Aku suka, menjilat bungkus sisa coklat Tortique  Swiss yang sering dibeli Papa saat dia berpergian.

Aku suka, menghirup aroma Goodday yang Vanila latte, chocochino, dan cappuccino saat baru aku tuangkan air panas ke atasnya

Aku suka, memanjat pohon jambu di depan rumah, walaupun tidak bisa turun dan harus merepotkan Mbah.

Aku suka, melihat ke arah anjing Golden Rativier yang ada di Taman Udayana dan selalu tergoda untuk mengelus bulunya, walaupun selalu membuat Nila kesal :D

Aku suka memakai sandal rumah lamaku yang berbentuk beruang, walaupun ibu selalu bilang sandal itu sudah usang, tapi rasanya tetap nyaman.

Aku suka, tersenyum kepada setiap orang.

Aku suka, mencoba menulis dengan tangan kiri walaupun tulisanku seperti cacing tanah ruet yang sedang berkumpul di lading.
               
                Nah kan, kalo ditelusuri baik-baik hal-hal menyenangkan di sekitar kita bisa terjadi! Itu kan Cuma tergantung gimana kita bisa menyikapi semuanya dengan baik dan positif kan :D

Kamis, 01 Maret 2012

a change




Bukannya aku ingin mempermainkanmu. Sama sekali tidak. Dalam hatiku yang paling dalam, kurasa aku masih menyayangimu. Karena, setengah hatiku adalah milikmu. Aku hanya tidak ingin lagi menyakiti perasaanmu, kau sudah banyak tersakiti karena aku.

                Melihat matamu yang tidak lagi memandang diriku, membuatku sadar, kau sangat tersakiti. Ya, aku memang sangat jahat padamu, dan aku tidak lagi pantas untuk dirimu. Sepertinya saat ini kau tidak lagi menungguku kembali padamu, tapi menungguku pergi dari dirimu. Kau menilai aku tidak peduli padamu, padahal aku sangat kuatir kepadamu aku hanya tidak tau bagaimana cara untuk mengatakan kepadamu. Aku memang tidak sebaik dirimu yang dapat mengatakan semua hal kepadaku.

                Semuanya kini terasa kelabu dan kabur di mataku, seperti film hitam-putih dan kau adalah satu-satunya benda berwarna dalam dunia hitam-putih. Duniaku. Saat aku merasakan seluruhnya mulai mengabur, aku tak dapat menjernihkannya kembali.

                Kau. Kau membuat semuanya tidak masuk akal dan menjadikan aku seseorang yang melakukan pekerjaan konyol. Membuat seluruh duniaku berwarna dan menjadikan sebagian duniaku kabur dan hilang. Saat semua terasa normal bagiku, kau membuat keadaan yang sebaliknya.
                Lagi, secara refleks aku melihat kearahmu. Seperti sudah terprogram di otakku. Tapi, reaksimu tidak seperti dulu lagi, saat dulu aku memandangmu, kau juga  pasti akan menatap lurus-lurus ke arah mataku. Membuat seluruh aliran darah di tubuhku berdesir, lalu mengalir ke arah pipiku. Pipiku menjadi bersemu merah, malu. Tapi sekarang, kau memandangku dengan perasaan ragu-ragu.

                Aku merindukanmu, yang selalu protektif kepadaku. Memang kadang aku merasa kau terlalu berlebihan dalam melindungiku, tapi aku tetap saja merasa senang. Saat kau berjalan di dekatku, dan mengubah jalur karena ingin melindungiku saat di jalan. Di belakangku saat menaiki tangga, menjaga agar aku tidak terjatuh. Menanyakan apakah aku baik-baik saja. Mengulurkan tangan ketika aku terjatuh. Kuatir ketika aku pulang terlambat.
                Aku merindukanmu, yang selalu care kepadaku. Menanyakan apakah aku sudah makan? Apakah aku sudah selesai mengerjakan peerku? Selalu memaksaku makan ketika aku tidak mau. Menawarkan jaketmu saat aku merasa kedinginan.
                Aku merindukanmu, ketika kau selalu tertawa dengan lepas dan senang. Ketika membuat candaan ketika aku merasa suntuk. Membuatku selalu tertawa senang. Menggelitik pinggangku saat mukaku cemberut. tapi sekarang, aku sudah sangat jarang melihatmu tersenyum apalagi tertawa, itu karena diriku, kurasa    

                Aku merindukanmu, saat kau selalu membuatku selalu istimewa. Di matamu. Walaupun dengan penampilan yang sangat berantakan, selalu memujiku cantik. Mengacak-acak rambutku, dan selalu membuatku tenang.

                Mungkin selama ini kau merasa kalau aku cuek dan tidak memikirkan tindakan yang kamu lakukan kepadaku. Aku hanya tidak tau cara mengatakannya kepadamu, itu saja. Aku tidak seperti dirimu yang bisa melakukan semuanya dengan otomatis. Aku bukan tipe orang seperti itu, aku hanya diam, padahal aku merasa sangat senang. Tau kalau ada orang yang memperhatikanku  dan mengistimewakan diriku. Aku merindukan dirimu yang dulu. Sekarang, tindakanmu seperti ragu dan semuanya berubah. Kurasa, itu memang pantas, mengingat dirimu sudah tidak lagi bersamaku. Tapi, tak bisakah kau jangan berubah, untukku??

Its sad when people you know became people you knew.
When you can walk right past someone,
Like they were never a big part,
Of your life.
How you used to be able to talk for hours,
And now you can
Barley even looks at them

Ups, maaf aku harusnya tidak mengatakan hal seperti itu. Sebenarnya bukan kamu yang tidak pantas untukku, tapi aku yang tidak pantas untukku. Kau terlalu baik. Dan aku tidak dapat mengerti kamu seperti dirimu mengenal diriku. Maaf. 
Lilypie Kids Birthday tickers